Home Muhammadiyah News Network TCDA SDMM, Memupuk Karakter Siswa yang Sempat Tergerus Pandemi | PWMU.CO

TCDA SDMM, Memupuk Karakter Siswa yang Sempat Tergerus Pandemi | PWMU.CO

by PWMU CO
Kegiatan shalat berjamaah kelas VI dengan imam alumnus SDMM Muhammad Nashwan Hanafi. TCDA SDMM, Memupuk Karakter Siswa yang Sempat Tergerus Pandemi (Athiq Amiliyah/PWMU.CO)

TCDA SDMM, Memupuk Karakter Siswa yang Sempat Tergerus Pandemi, Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Muhammad Ilham Yahya

PWMU.CO – Training Center Darul Arqam (TCDA) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik yang digelar secara atap muka menjadi wadah guru dan siswa bersama-sama belajar karakter yang sempat hilang akibat pandemi. Demikian yang Siti Mariyanti SPd— Ketua TCDA 2022—sampaikan, Kamis (28/4/22). 

Karena itu, pihaknya bersyukur tahun ini bisa mengadakan TCDA secara offline. Dia menekankan, “Ibarat sebuah handphone yang perlu di-charge baterainya, begitupun karakter siswa juga perlu di-charge ulang.” 

“Dengan berbagai kegiatan selama TCDA, insyaallah siswa bisa kembali lagi mempraktikkan karakter-karakter baiknya yang sudah diajarkan dan dicontohkan oleh ustadz-ustadzah,” imbuhnya. 

Ragam Kegiatan TCDA 

Selama TCDA, siswa kembali belajar pentingnya menjaga shalat berjamaah dan praktik berwudhu yang tepat. Beberapa siswa yang berani, mencoba memimpin teman-temannya. Di mana, mereka bertugas sebagai muadzin dan ikamah. 

Bonus bagi siswa yang datang sebelum adzan Ashar, mereka shalat berjamaah di kelas. Sebelumnya, mereka murajaah surat pendek, hadits, dan doa sehari-hari. 

Siswa juga belajar indahnya kebersamaan bersama saudara, juga mempunyai rasa simpati-empati kepada saudaranya. Mereka pun belajar secara langsung indahnya berbagi kepada sesama. 

Mengingat, siswa kelas besar diimbau membawa beberapa takjil untuk berbagi.  Secara berkelompok, dengan pendampingan ustadz-ustadzah, mereka berjalan door to door ke rumah warga. Beberapa kelompok mendapatkan tugas membagikannya ke pengendara yang melintas di depan sekolah. 

Kemudian, dari beberapa permainan seru di lapangan sekolah, siswa kelas kecil diatur berkelompok untuk berlomba menjadi pemenang. “Mereka diajarkan bisa kompak, bersatu, saling percaya, dan membantu menyelesaikan tantangan-tantangan yang diberikan oleh ustadz-ustadzah,” ungkap Siti Mariyanti. 

Baca sambungan di halaman 2: Alumnus Jadi Imam 

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment