Home Muhammadiyah News Network Resep agar Kebeningan dan Ketenangan Hati Terjaga | PWMU.CO

Resep agar Kebeningan dan Ketenangan Hati Terjaga | PWMU.CO

by PWMU CO
Ustadz Mohamad  Su’ud (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Resep agar Kebeningan dan Ketenangan Hati Terjaga. Ramadhan mengasah kepekaan sosial dan menjadi upaya pembersihan jiwa. Agar tidak hilang bekasnya, maka perlu melestarikan dan melanggengkan amalan Ramadhan.

Demikian Ustadz Mohamad  Su’ud mengawali khutbahnya di lapangan penggilingan padi selatan Desa Sogo, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Senin (2/5/22). Shalat Idul Fitri itu digelar Ranting Muhammadiyah Sogo, Cabang Babat. Dengan imam Ustadz Muhammad Relung Fazlur Rohman, alumnus Ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran.

Menurut Kang Ud—panggilan akrabnya—perlu melakukan tiga amalan utama agar kebeningan dan ketenangan hati terus menyala sepanjang waktu. Pertama, perbanyak rasa syukur.

“Apa yang terjadi adalah kehendak Allah. Tidak ada yang kebetulan dan tidak ada yang datang dengan tiba-tiba. Semua yang dikirimkan kepada hamba-hambaNya adalah yang terbaik,” urainya di hadapan 200 jamaah.

Dia melanjutkan, terapinya adalah menerima dengan legowo. Yakni mengikhlaskan dalam hati. “Jika menyenangkan, perbesar rasa syukur. Bila kurang cocok di hati, itulah jamu dari Allah,” imbuhnya.

Ketika bersyukur, sambungnya, maka Allah memberi limpahan nikmat. Kang Ud lantas mengutip ayat 12 al-Hujurat yang artinya, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”

Selesaikan Ganjalan Hati

Resep kedua, selesaikan ganjalan hati sesama manusia. Dalam pandangan Su’ud, hati merupakan pusat kendali perilaku manusia, maka harus dirawat dan dijaga agar tidak terkotori ‘virus’.

“Jangan biarkan hati terbelenggu dengan kebencian orang lain. Kalau masih ada masalah, selesaikan sekarang juga. Jangan biarkan mengendap dalam hati,” tandas Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan ini.

Langkah yang perlu diperhatikan, lanjut Kang Ud, segera memohon maaf dan mengurai beban jiwa. “Jangan tunggu lama, jangan malu dan minder! Menjadilah orang pertama  yang membuka pintu maaf,” papar pria yang juga menjabat Direktur Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan al-Quran Muhammadiyah (LPTPAMU) Jawa Timur itu.

Mengapa perlu menyelesaikan ganjalan jiwa? Kang Ud mengungkap itulah pintu masuk kenikmatan dan keberlimpahan rezeki. “Rezeki datang berawal dari jiwa yang tenang dan damai,” jelasnya.

Baca sambungan di halaman 2: Anggap Semua Manusia Baik

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment