Home Muhammadiyah News Network Hikmah Idul Fitri untuk Orang yang Berpuasa | PWMU.CO

Hikmah Idul Fitri untuk Orang yang Berpuasa | PWMU.CO

by PWMU CO
Hikmah Idul Fitri
Ustadz Hilman Suebdi Masjid al-Fattah Ngimbang.

PWMU.CO– Hikmah Idul Fitri diterangkan oleh ustadz Moh. Helman Sueb dalam khotbah Idul Fitri di PRM Balong Sendangrejo bertempat di Masjid al-Fattah SMAN Ngimbang Jombang, Senin (2/5/2022).

Dia menjelaskan, ada tiga hikmah Idul Fitri yang bisa kita raih setelah puasa Ramadhan. Pertama, meraih ketakwaan.

”Hal ini dapat kita gali dari makna Syawal berarti pemingkatan. Pasca Ramadhan iman dan takwa kita harus meningkat. Meraih derajat takwa harus kita miliki sebagaimana surat al-Baqarah: 183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Di antara ciri-ciri yang bertakwa disebutkan dalam Ali Imron: 134

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Orang yang berinfak di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.

Ciri orang yang bertakwa: berinfak di kala sempit atau lapang, menahan marah, memaafkan kesalahan orang lain.

Hikmah Idul Fitri kedua: menggapai ampunan Allah. Nabi Muhammad saw bersabda,

«من صَام رمضان إيِمَانًا واحْتِسَابًا، غُفِر له ما تَقدَّم من ذَنْبِه».

Barangsiapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. (HR Muslim)

Sebagaimana para ulama di masa silam seringkali berkata ,”Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka.”

Karena memang bulan Ramadhan itu penuh dengan ampunan sehingga sampai ulama seperti Qatadah rahimahullah mengatakan, ”Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain ia pun akan sulit diampuni.”

Ketiga, istiqamah di jalan Allah. Sudah sepatutnya seorang mukmin terus meminta pada Allah keistiqamahan. Itulah yang kita minta dalam shalat minimal 17 kali dalam sehari lewat doa

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ)

Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. (Al-Fatihah: 6)

Dijelaskan, kita harus terus berlaku istiqamah. Artinya, terus berada dalam jalur yang benar, tetap dalam ibadah pada Allah walau sudah mengakhiri Ramadhan.

Dia mengatakan, istiqamah itu berat, tetapi Allah menjanjikan kepada mereka yang istiqamah mendapatkan perlindungan dan kebahagiaan.

Sebagaimana dijelaskan dalam surat Fushilat:30

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka (dengan berkata), ”Janganlah kamu takut dan bersedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan.

Penulis Abu Faiz   Editor Sugeng Purwanto

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment