Home Muhammadiyah News Network Jadikan Masjid Muhammadiyah Sebagai Pusat Pencerahan Masyarakat

Jadikan Masjid Muhammadiyah Sebagai Pusat Pencerahan Masyarakat

by Infomu

Yogyakarta, InfoMu.co – Di masa Rasulullah Saw, masjid menjadi pusat mengatur kehidupan publik. Masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat bersilaturahim, pemberdayaan masyarakat, mengatur ekonomi, hingga strategi politik.

Namun di masa sekarang, jarang ada masjid yang berfungsi seperti di atas. Bahkan, tidak sedikit masjid yang menggelar ibadah namun warga di sekitarnya justru jauh dari tuntunan agama. Melihat hal ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berpesan agar masjid-masjid Muhammadiyah menjadi pusat, jantung, sekaligus jangkar pencerahan umat Islam dan masyarakat sekitarnya.

“Bisakah kita sekarang mulai melihat di kanan-kiri, saudara-saudara kita yang muslim untuk tergerak (beribadah) juga. Kalau misalnya Jumatan kan kita lihat ada yang masih nunggu warung dan lain-lain, bisa gak gerakan kita ke depan mengubah itu tapi dengan cara bil hikmah wal maui’dhatil hasanah,” tantangnya.

“Itu pekerjaan yang mulia untuk menyebarluaskan kemuliaan ber-Islam menjadi kemuliaan milik bersama. Tapi caranya jangan menghakimi. Coba dengan pendekatan-pendekatan personal. Itulah Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah sehingga nanti ketika Jumatan itu betul-betul suasana yang semua orang beribadah ke masjid,” imbuhnya.

Dalam pengajian PCM Taman Tirto, Sabtu (30/4) Haedar juga mengajak masjid Muhammadiyah beserta jamaahnya untuk meningkatkan kesadaran kolektif menyebar kemuliaan dan nilai-nilai kebaikan bersama. Misalnya memperhatikan kerapian dan kebersihan toilet masjid hingga membantu masyarakat sekitar yang kekurangan dalam hal ekonomi dan sosial.

“Di situ kalau kita bareng-bareng bisa. Ada Lazismu. Tapi kita sendiri per anggota juga harus menggerakkan. Allahu fi ‘aunil ‘abdi, maa kaanal ‘abdu fi ‘auni akhihi. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba itu menolong saudaranya,” pesan Haedar.

“Jadi bukan hanya kegiatan ibadah saja yang hidup, tapi juga kegiatan sosial-kemasyarakatan juga memancarkan nilai-nilai Islami. Menolong sesama, ta’awun itu kan Islami,” pungkasnya. (afn/muhammadiyah.or.id)

sumber berita dari infomu.co

Related Articles

Leave a Comment