Home Muhammadiyah News Network Saya Bisa Membaca Al-Quran dari Sekolah Ini | PWMU.CO

Saya Bisa Membaca Al-Quran dari Sekolah Ini | PWMU.CO

by PWMU CO
Dwi Susmiati (berjilbab merah) (Mohamad Su’ud for PWMU.CO)

Saya Bisa Membaca Al-Quran dari Sekolah Ini. Pengakuan guru SMK Muhammadiyah 6 Modo Lamongan yang kini jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

PWMU.CO – Halalbihalal guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 6 Modo Lamongan berlangsung penuh haru di rumah salah satu guru terbaiknya, Sabtu (7/5/22). Ialah Dwi Susmiati yang tinggal di Dusun Galeh, Desa Mendogo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. 

Koordinator Kegiatan, Lasmono, menyampaikan, acara silaturahmi rutin kali ini sengaja bertempat di kediaman Dwi Susmiati. “Sekaligus sebagai pamit pisah karena mulai tahun ajaran depan, (Dwi Susmiati) pindah di tempat baru setelah diterima sebagai guru ASN melalui jalur P3K,” ujarnya. 

Dalam sambutannya, Dwi Susmiati menyampaikan banyak terima kasih kepada teman-teman guru di sana. “Telah menerima dengan tulus dan memperlakukan saya seperti saudara,” ungkapnya. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mohamad Su’ud, secara khusus yang membimbing saya, memberi semangat kepada saya,” tambah wanita kelahiran Desa Mendogo itu. 

Bisa Baca Al-Quran 

Saat itu suasana hening. Seluruh guru dan karyawan yang hadir khidmat menyimak lanjutan pengakuan Dwi Susmiati. “Yang tidak pernah saya lupakan, saya bisa membaca al-Quran dari sekolah ini,” imbuhnya dengan suara mulai tersendat. Ada keharuan yang tak tersampaikan. 

Dia melanjutkan, “Saya dulu hanya mengenal huruf-huruf Hijaiyah, tapi tidak bisa membaca. Berkat kasih sayang dan cinta teman-teman, saya diajari membaca.” 

Dwi Susmiati pun berjanji akan selalu mengingat semua jasa-jasa sekolah dan siap membantu apabila dibutuhkan. Misalnya, jika perlu mencari tempat magang atau praktik kerja di unit usaha. 

Dalam kesempatan itu, Kepala SMK Muhammadiyah 6 Lamongan Mohamad Su’ud juga mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dan suguhan yang sangat luar biasa. “Kami merasa tersanjung karena disambut oleh keluarga besar Bu Dwi Susmiati. Mulai dari suami, ayah, ibu, dan semua saudara,” ucapnya. 

Anjangsana berakhir tepat jam 12.00 WIB. Ustadz Nanang Qosim memimpin doa, kemudian akhirnya foto bersama. (*) 

Editor Mohammad Nurfatoni/SN

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment