Home Muhammadiyah News Network Bocoran Halus Muktamar Muhammadiyah dari Abdul Mu’ti | PWMU.CO

Bocoran Halus Muktamar Muhammadiyah dari Abdul Mu’ti | PWMU.CO

by PWMU CO
Prof Dr Abdul Mu’ti MEd. Bocoran Halus Muktamar Muhammadiyah dari Abdul Mu’ti (Mohammad Nurfatoni/PWMU.CO)

Bocoran Halus Muktamar Muhammadiyah dari Abdul Mu’ti; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd membagikan bocoran halus terkait Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Surakarta, November 2022.

Hal ini Prof Mu’ti ungkap saat menghadiri Halalbihalal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Aula Mas Mansur Kantor PWM Jatim, Selasa (10/5/22) siang.

Awalnya dia menyatakan, “Di internal Muhammadiyah, Iinsyaallah bulan November akan muktamar, tapi muktamarnya seperti apa belum ada keputusan.”

Dia lantas meralat, “Sudah boleh dibocorkan belum, ya?” Spontan sebagian peserta yang hadir merespon boleh, berharap mendapat bocorannya.

“Begini bocorannya, ini namanya bocor halus” balas Mu’ti yang bersambut gerrr peserta.

“Kita tunggu setelah mudik akbar ini, kira-kira Covidnya akan seperti apa. Kalau Covidnya turun dan rata-ratanya di bawah satu, maka ada kemungkinan PP akan menyelenggarakan tanwir,” ungkapnya.

Kata Prof Mu’ti, pada sidang tanwir itu nanti agendanya tunggal membahas pelaksanaan muktamar, bukan waktunya. “Untuk itu, mari kita tunggu saja!” imbuhnya.

Peserta Halalbihalal PWM Jatim (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Bocoran Kedua

Bocoran halus kedua, kemungkinannya, seluruh anggota muktamar akan berangkat. “Tapi yang lain-lain itu belum ada keputusan. Nanti masih menunggu sidang tanwir, yang pelaksanaannya akan diputuskan dalam rapat pleno PP Muhammadiyah,” tambahnya.

Dia lantas menerangkan sambil diselingi celetukan canda khasnya, “Maknanya, Bapak/Ibu yang anggota muktamar bisa berangkat, tapi yang penggembira ya bergembira sendiri wong namanya penggembira.”

Untuk kemungkinan itu, Prof Mu’ti mengungkap dirinya sempat mendapat kritik dari salah satu rekan PP, “Mas Mu’ti, kalau penggembira jangan dilarang (datang), orang bersenang-senang, bergembira, kok dilarang.”

Maka, dia menyimpulkan, “Yang untuk penggembira ya silakan disiapkan saja sebaik-baiknya, namun secara resmi, panitia belum ada keputusan bagaimana membantu para penggembira.” (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment