Home Muhammadiyah News Network Islah dan Ihsan, Dua Kunci Sikap Profesionalisme di dalam Bermuhammadiyah

Islah dan Ihsan, Dua Kunci Sikap Profesionalisme di dalam Bermuhammadiyah

by Infomu

Jakarta, Infomu.co –  Perjuangan menegakkan kemuliaan Islam dalam kehidupan duniawi bukanlah perkara mudah. Maka, salah satu ikhtiar untuk mencapai cita-cita itu adalah dengan berjamaah atau berorganisasi. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah memiliki misi utama mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan kehidupan yang penuh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Misi inilah yang kemudian menuntut para pegiatnya untuk berlomba-lomba memajukan Muhammadiyah dengan penuh profesionalisme, ikhlas, islah dan ihsan.

“Islah bermakna baik. Dalam bahasa Arab didefinisikan yadullu ‘ala khilafi al-fasad. Artinya menunjukkan lawan dari kefasadan atau kerusakan. Maka kata baik di sini bukan hanya baik bagi diri sendiri tapi juga baik bagi lingkungan dan orang lain,” jelas Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah M. Faiz Rafdhi.

Bahkan makna Islah itu sendiri menurut Faiz berkaitan erat dengan profesionalisme. “Di dalam profesionalisme itu harus ada islah dan ihsan. Profesionalisme harus mengandung makna memberikan kebaikan bagi diri pribadi, bisa dalam arti peningkatan karirnya, pendapatan, juga memberikan kebaikan untuk lingkungannya apa, apakah memajukan amal usaha dan persyarikatan dan lain-lain. Ini dasar dari profesionalisme,” terangnya.

Dalam program Ideologi Muhammadiyah di kanal Tvmu, Rabu (25/4), Faiz melanjutkan bahwa profesionalisme harus menjadi bagian dari Bermuhammadiyah sebagaimana pemaknaan kalimat di hadis yang berbunyi “merasa dilihat Allah dan seakan-akan engkau melihat Allah”.

“Ini menegaskan bahwa ihsan itu kita meyakini dalam diri kita ada pengawas. Ada yang melihat kita berbuat bukan karena ada atasan atau pimpinan,” kata Faiz.

“Kadangkala orang pekerja itu melakukan perbuatan karena atasannya, takut ditegur. Tapi ihsan itu optimal, giat bekerja bukan karena ingin dipuji orang lain tapi karena dia meyakini ada Allah yang akan melihat dia. Maka inilah profesionalisme, harus mengandung dua dasar islah dan ihsan. Ihsan kita optimal dalam arti mengandung makna ikhlas dan giat bekerja tanpa mengharap pujian, sekaligus adanya dorongan untuk senantiasa memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (afn/muhammadiyah.or.id)

sumber berita dari infomu.co

Related Articles

Leave a Comment