Home Muhammadiyah News Network Sekum PP Muhammadiyah yang Paling Banyak Berpantun | PWMU.CO

Sekum PP Muhammadiyah yang Paling Banyak Berpantun | PWMU.CO

by PWMU CO
Sekum PP Muhammadiyah yang paling banyak berpantun. Liputan Darul Setiawan, kontributor PWMU.CO asal Kota Delta, Sidoarjo.
Prof Dr Abdul Mu’ti MEd (Tangkapan layar Darul Setiawan/PWMU.CO)

Sekum PP Muhammadiyah yang paling banyak berpantun. Liputan Darul Setiawan, kontributor PWMU.CO asal Kota Delta, Sidoarjo.

PWMU.CO – Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, hadir memberi tausiah dalam Silaturahmi Halalbihalal Idul Fitri 1443 dan Launching Unit Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Selasa (10/5/22).

Mengawali tausiahnya, guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang terkenal dengan guyonan cerdasnya itu mengatakan, semua yang penting-penting tadi sudah disampaikan. “Mulai dari Pak Rektor, Pak Saad, Pak Bupati, Pak Jainuri, dan yang terakhir Pak Sjaichul Ghulam (perwakilan gubernur). Karena itu saya ingin berpantun saja dalam kesempatan ini,” ujarnya disambut senyum para peserta.

“Pantun saya berbeda dengan yang kemarin dalam acara silaturahim PP, karena saya akhir-akhir ini banyak sekali bikin pantun supaya cakep. Karena kadang kalau kita berpantun itu dikomentari cakep gitu,” kelakar dia.

Sejurus kemudian Abdul Mu’ti menyampaikan pantun pertama. “Ke pasar pagi membeli kaos, untuk seragam berolahraga. Usai Idul Fitri ada open house, silaturahmi sanak saudara. Ini lama-lama jadi sekum yang paling banyak berpantun ini,” candanya disambut tawa hadirin.

Kelebihan dari Kiai Saad

Dia lalu menyambung dengan pantun kedua. “Melihat hilal di cakrawala, pertanda mula masuknya bulan, halal bihalal budaya bangsa, untuk merenda persaudaraan,” kata dia.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah 2002-2006 itu lalu meneruskan yang ketiga. “Masih ada lagi ini Pak Saad. Ini kelebihan saya, yang Pak Saad saya kira perlu belajar dari saya adalah bikin pantun. Kalau ilmu tafsir beliau (Pak Saad) luar biasa,” ucap dia yang kali ini membuat hadirin tak bisa menahan tawa.

“Bunga flamboyan berwarna merah, jatuh di rumput tanah basah, walau Ramadhan paripurna sudah, janganlah surut amal ibadah. Ada yang terakhir ini, mohon maaf ini yang terakhir. Anak santri belajar mengaji, melafalkan huruf hijaiyah, di Idul Fitri hari nan suci, mohon maaf khilaf dan salah. Nah, saya kira pantunnya tetap empat saja, supaya ada ceramahnya,” kata Abdul Mu’ti seraya tersenyum pada para undangan di depannya.

Pria asli Kudus, Jawa Tengah itu lalu menyampaikan mukaddimah. “Bapak Ibu yang kami hormati, pada kesempatan yang mulia dan berbahagia ini izinkan saya secara pribadi dan atas nama pimpinan pusat Muhammadiyah mengucapkan ‘Taqabbalallahu minna waminkum minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin,’” ujarnya.

Atas nama pribadi dan PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mohon maaf, jika dalam berinteraksi dan memberikan pelayanan atau dalam memimpin Persyarikatan ada kekuranangan dan kekhilafan. “Mohon untuk dimaafkan,” tuturnya.

Saat mengakhiri tausiah, Abdul Mu’ti juga memberikan pantun. “Tadi ada empat pantun pembuka, saya baca satu pantun penutup. Burung pipit burung nuri, dua-dua hinggap di dahan. Mohon pamit undur diri, sampai jumpa di lain kesempatan,” pungkasnya.

Bertema “Idul Fitri dan Semangat Berprestasi”, Silaturahmi Halal Bihalal Idul Fitri 1443H dan Launching Unit Bisnis Umsida diperuntukkan untuk dosen, karyawan, dan tenaga pendidik tersebut bertempat di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus I Umsida. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni.

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment