Home Muhammadiyah News Network Alumni Kampuh Welding Indonesia Diterima di Galangan Kapal Oshima Jepang | PWMU.CO

Alumni Kampuh Welding Indonesia Diterima di Galangan Kapal Oshima Jepang | PWMU.CO

by PWMU CO
Alumni Kampuh Welding Indonesia Diterima di Galangan Kapal Oshima Jepang, liputan Syaifulloh kontributor PWMU.CO
Tiga Alumni Kampuh Welding Indonesia Diterima di Galangan Kapal Oshima Jepang (Istimewa/PWMU.CO)

Alumni Kampuh Welding Indonesia Diterima di Galangan Kapal Oshima Jepang, liputan Syaifulloh kontributor PWMU.CO

PWMU.COKampuh Welding Indonesia sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan pengelasan terbaik di Indonesia, berupaya memberikan pelayanan terbaik agar lulusannya bisa menjadi welder profesional bersertifikat nasional dan Internasional yang bisa diterima bekerja di perusahaan di dalam maupun di luar negeri.

Kampuh Welding Indoesia memiliki kemitraan berbagai perusahaan galangan kapal baik di dalam maupun luar negeri, terutama dengan perusahaan di Jepang.

Presiden Direktur (Presdir) Kampuh Welding Indonesia Moh Moenir mengatakan ada beberapa alumni kembali diberangkatkan tenaga kerja welder ke galangan kapal Oshima Jepang. Sempat tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19.

“Akhirnya berangkat juga ke negara Jepang sebagai tenaga kerja skill, atau yang lebih familiar disebut sebagai Specified Skill Worker (SSW) bidang Pengelasan,” katanya, Selasa (11/5/22) di Surabaya.

Penanggung Jawab pada penempatan dengan perusahaan di Jepang Sapta menyampaikan, kali ini ada 3 orang welder bersertifikat internasional yang terdiri, atas nama Sukiran, Bhogi Ari Sandi, dan Ahmad Asan.

“Mereka menjadi tenaga kerja skill di galangan kapal Oshima Jepang dengan kontrak selama 5 tahun,” katanya.

Model Terpadu Pelatihan

Moh Moenir menjelaskan Kampuh welding Indonesia dalam menyelenggarakan pendidikan dan Pelatihan menggunakan model terpadu yang memberikan kesatuan yang kuat antara teori dan praktik secara seimbang agar para lulusan dapat langsung bisa diterima di dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri sebagai welder yang profesional.

“Dalam mengikuti profesionalisme dunia kerja pada bidang pengelasan yang terus berkembang dengan pesat, Kampuh Welding Indonesia juga membuat terobosan berupa penempatan para lulusan di dunia industri agar mereka memiliki ketrampilan khusus sebagai bekal di dunia kerja.”

Bekal seperti inilah yang dipakai mereka ketika ada kesempatan perekrutan industri di galangan kapal Jepang.

Hal serupa juga disampaikan Sapta. Dia melaporkan ada pemberangkatan 3 peserta Specified Skill Worker (SSW)/Tokutei ginou ke galangan kapal Oshima yang berada di Saikai Nagasaki.

“Mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pekerja skill di galangan kapal tersebut yang juga baru pertama kali merekrut dari Indonesia sebagai Skill Worker,” tuturnya.

Seleksi SSW

Sapta mengungkapkan sebelumnya di tempat yang sama, sudah terdapat 3 peserta magang dari Kampuh Welding Indonesia. Melihat dari kinerja dan attitude 3 orang ini, Oshima Shipbuilding merencanakan akan merekrut kembali peserta magang dan peserta skill worker dari Indonesia via Kampuh Welding Indonesia.

Dalam hal ini,Moh Munir menyampaikan kalau sejak tahun 2020 galangan kapal Oshima sudah menyeleksi para peserta SSW. Sebanyak 9 orang yang terdiri dari 3 orang welder, 3 orang pintar, serta 3 orang peserta skill worker.

“Setiap tahun Oshima akan datang ke Kampuh untuk menyeleksi para peserta dari kampuh welding Indonesia. Baik sebagai peserta magang ataupun peserta skill worker,” tambahnya.

Semoga, harapannya, penempatan para lulusan Kampuh Welding Indonesia bisa terus membuka peluang terbaik bagi para welder Indonesia untuk lebih berkiprah di dunia International dengan bertambahnya yenaga kerja yang memiliki ketrampilan terbaik.

Pemberangkatan kali ini bisa menjadi titik balik pengiriman tenaga kerja lainnya ke Jepang kembali naik seiring dibuka kembali larangan masuk negara Jepang. Kampuh Welding Indonesia akan ikut andil untuk pengiriman tenaga kerja baik bidang welding maupun teknik lainnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. (*)

Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment