Home » Sholat Jumat Perdana Masjid Ahmad Dahlan Jamaah Meluber | PWMU.CO

Sholat Jumat Perdana Masjid Ahmad Dahlan Jamaah Meluber | PWMU.CO

by PWMU CO
PRM dan Takmir Masjid KH Ahmad Dahlan Prupuh usai melangsungkan sholat Jumat perdana (Nurkhan/PWMU.CO)
PRM dan Takmir Masjid KH Ahmad Dahlan Prupuh usai melangsungkan sholat Jumat perdana (Nurkhan/PWMU.CO)

Sholat Jumat Perdana Masjid Ahmad Dahlan Dipenuhi Jamaah, Liputan Nurkhan, Kontributor PWMU.CO Gresik

PWMU.CO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Prupuh, Panceng, Gresik mengadakan sholat Jumat perdana di masjid KH Ahmad Dahlan, Jumat (20/05/2022).

Masjid yang beralamat di Jalan Raya Prupuh, tepatnya berada di depan SMPN 1 Panceng ini dipenuhi jamaah saat dibuka untuk sholat Jumat perdana.

Mahzumi, Ketua PRM Prupuh menyampaikan, khotib perdana di Masjid KH Ahmad Dahlan adalah ustadz Muhammad Abduh, imam sholat Imad Ataka, sedangkan muadzinnya Rohid.

“Ustadz Muhammad Abduh berasal dari Dukun, Gresik. Adapun Imam dan Muadzin kita ambilkan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Panceng,” terangnya.

Diresmikan Ketua PWM Jatim

Bangunan Masjid KH Ahmad Dahlan memiliki lebar 9×18 meter berdiri di atas tanah yang luasnya 10×20 meter. Masjid ini telah diresmikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr Saad Ibrahim MA pekan lalu, tepatnya Sabtu, (14/04/2022).

Menurut cerita Mahzumi, setelah pelantikan PRM Prupuh sekitar tahun 2014, semua pimpinan sepakat berkeinginan memiliki tanah untuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di ranting Prupuh.

“Tiga tahun berikutnya, kira-kira tahun 2017 kami membeli tanah milik bapak Nurkasan yang alamat rumahnya di Dusun Sentul, Sidokelar, Paciran, Lamongan. Ukuran tanahnya 10 x 20 meter,” ceritanya.

Akhir Tahun 2018, masjid sudah selesai dibangun dua lantai, lantai atas dipakai masjid dan lantai bawah dibuat kantor. Sehari-hari sudah bisa dipakai aktivitas, baik rapat, sholat 5 waktu atau lainnya.

Waktu itu kita nekat, sambung Mahzumi, sebab tidak punya uang sama sekali, tapi semangat ingin mempunyai tanah menggelora.

“Akhirnya sertifikat dan BPKB kepunyaan Pak H Nurkasan, Pak Sarimat dan miik saya sendiri kita gadaikan untuk membeli tanah tersebut, ditambah urunan warga Muhammadiyah,” ceritanya.

Atas inisiatif pak Nurkasan (Pimpinan Harian PRM Prupuh), keluarga pak Gunawan (pengusaha kopiah merk padi mas Gresik) dan pak Musholin (tokoh masyarakat) masjid ini dibangun dengan konsep masjid ramah anak.

“Bulan Ramadhan kemarin, masjid ini digunakan untuk sholat tarawih. Berjalan 3 hari, ternyata jamaah ada yang tidak kembali sholat tarawih lagi di masjid ini, ternyata mereka merasa capek naik turun tangga, sebab masjidnya di lantai dua, yang kita bangun dengan perkiraan biaya 250 juta,” tuturnya.

Sehingga, PRM dan Takmir Masjid menginisiasi untuk mengubah bentuk, yakni lantai atas digunakan kantor dan ruang pertemuan, sedangkan lantai bawah digunakan untuk masjid.

“Akhirnya semua pimpinan persyarikatan dan takmir masjid kerja rodi selama satu bulan penuh, agar ketika acara halal bihalal yang rencananya di Prupuh, sekalian masjid ini diresmikan Pak Saad Ibrahim,” cerita Mahzumi.

Kerja Bakti Setiap Usai Tarawih

Akhirnya kerja bakti dilakukan setiap hari setelah tarawih, “Bahkan sesepuh Muhammadiyah yang umurnya 50 sampai 60 tahun ke atas seperti Pak Nur Sholeh, Pak Sarimat, dan lainnya ikut angkat-angkat batu dan lain-lainnya,” kenang Mahzumi.

Mahzumi juga menjelaskan, pasca peresmian di acara halal bihalal, PRM dan Takmir mau merencanakan sholat Jumat perdana pun dibayang-bayangi perasaan takut ada jamaahnya atau tidak.

“Alhamdulillah, diperkirakan ada 120an lebih jamaah, sampai meluber ke teras masjid. Sampai-sampai kita kehabisan nasi bungkus, karena hanya menyiapkan 120 bungkus,” jelasnya.

Para jamaah sholat Jumat perdana di masjid KH Ahmad Dahlan Prupuh, disiapkan nasi bungkus bandol (nasi putih, sambal korek, kacang sayur) sekaligus kopi, teh, dan makanan ringan lainnya.

“Insya Allah tidak hanya hari ini, tapi sholat jumat berikutnya juga disiapkan pula seperti sekarang,” ungkpnya.

Tidak hanya itu, jamaah juga merasa nyaman dan khusyu, sebab ruangan masjid ber-AC, ada tambahan kipas angin, dan karpetnya empuk. (*)

Co-Editor Nely Izzatul Editor Mohammad Nurfatoni

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment