Home » Juara I LKTI Se-Kota Pasuruan Diraih Santri SPEAM | PWMU.CO

Juara I LKTI Se-Kota Pasuruan Diraih Santri SPEAM | PWMU.CO

by PWMU CO
Juara I LKTI se-Kota Pasuruan Diraih Santri SPEAM, liputan kontributor PWMU.CO Kota Pasuruan Dadang Prabowo.
Juara I LKTI se-Kota Pasuruan Diraih Santri SPEAM Andrea Iram Dziljianazahra (Denok Setyaningrum/PWMU.CO)

Juara I LKTI se-Kota Pasuruan Diraih Santri SPEAM, liputan kontributor PWMU.CO Kota Pasuruan Dadang Prabowo.

PWMU.CO – Santriwati kelas IX SMP SPEAM (Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah) Andrea Iram Dziljianazahra raih juara satu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Lomba tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kota Pasuruan, dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia yang jatuh pada 23 April 2022.

Peserta lomba yang terdiri dari utusan sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah se-Kota Pasuruan diminta mengumpulkan hasil karya ilmiahnya yang sudah diketahui oleh pihak sekolah paling lambat Kamis (12/5/2022).

Setelah karya ilmiah terkumpul semua, dewan juri melakukan penilaian kepada seluruh karya ilmiah. Penilaian meliputi kesesuaian tema dengan isi karangan, keruntutan isi karangan, aktualisasi dan orisinalitas karangan, serta kesantunan bahasa.

Sedangkan tema yang diberikan panitia kepada setiap peserta meliputi tiga hal. Yaitu peningkatan minat baca melalui perpustakaan, pengaruh pendidikan terhadap pemanfaatan perpustakaan, dan pemanfaatan internet terhadap budaya membaca.

Setelah melakukan penilaian terhadap karya ilmiah para peserta, dewan juri kemudian memutuskan karya ilmiah santriwati asal Pasuruan tersebut sebagai yang terbaik diantara peserta lainnya.

Inspirasi Santri ke Perpustakaan

Dalam lomba tersebut, Ara, sapaan akrab Andrea memilih Silent Book: Suatu Gagasan Meningkatkan Minat Baca Santri SPEAM dengan Memanfaatkan Perpustakaan, sebagai judul karya tulisnya.

Judul tersebut terinspirasi oleh perilaku santri SPEAM yang memanfaatkan waktu senggangnya ke perpustakaan.

“Di waktu-waktu segang: istirahat dan waktu pulang sekolah, beberapa santri memanfaatkan waktunya untuk ke perpustakaan,” ungkap Ara.

“Mereka kemudian memilih buku yang mereka sukai dan membacanya dalam kondisi senyap (silent). Masing-masing asyik dengan buku bacaannya,” lanjutnya.

Baginya karya ilmiah yang dia tulis tersebut sangat relevan bagi generasi muda, khususnya pelajar. Di tengah era disrupsi, lanjutnya, pelajar harus membekali diri dengan banyak membaca dan aktif berdiskusi, terutama di waktu-waktu senggang.

“Harapan saya perpustakaan sekolah menjadi pusat kegiatan meningkatkan intelektualitas para santri. Untuk itu pihak perpustakaan dengan dukungan seluruh masyarakat pesantren perlu berinovasi supaya minat para santri untuk membaca semakin meningkat,” harapnya.

Tak Kenal Menyerah

Sementara itu Pembimbing LKTI Nurul Mawaridah MPd mengungkapkan rasa syukurnya setelah santri yang dibimbingnya dinyatakan sebagai juara satu dalam lomba tersebut. Menurutnya, putri dari Martyadi Agung Pramono dan Ira Widyanti adalah santri yang sungguh-sungguh dan tak kenal menyerah.

“Prestasi yang diraih Andrea merupakan bukti bahwa dia anak yang bersungguh-sungguh dan tak kenal menyerah. Ini adalah prestasi pertamanya di bidang karya tulis,” jelasnya.

Nurul berpesan kepada Ara supaya tetap rendah hati dan terus memacu diri untuk menekuni dunia literasi. “Terus berproses, dan lewati seluruh proses dengan penuh semangat,” pesannya. (*)

Co-Editor Sugiran. Editor Mohammad Nurfatoni.

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment