Menu

Mode Gelap
Tas Belanja dari Limbah Kertas Menarik Perhatian Juri LLSMS di Menganti | PWMU.CO 7 Gerakan Perubahan Sekolah, Lakukan Mulai dari Langkah Kecil Ini | PWMU.CO Penggembira Muktamar 48 Gratis Masuk Tempat Wisata Karanganyar Mengenang Tinta Emas Perjalanan Hidup Prof Azra Rektor UMG Meninggal Usai Berolahraga

Muhammadiyah News Network WIB

Dadang Kahmad: Hidup Berkah Kalau Ikhlas Bermuhammadiyah


 Dadang Kahmad: Hidup Berkah Kalau Ikhlas Bermuhammadiyah Perbesar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, CIREBON– Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad mengingatkan seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk bersungguh-sungguh menjalankan tugas agama Islam dan persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah (UM Bandung) ini juga berpesan agar warga Muhammadiyah tetap taat aturan dan taat terhadap semua keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketika ada warga Muhammadiyah menjadi pemimpin amal usaha, hendaklah meninggalkan semua kepentingan lain yang tidak ada manfaatnya untuk Persyarikatan.

“Teruslah berlomba-lomba dalam kebaikan dimanapun dan kapanpun. Keberkahan hidup akan terus mengalir kalau ikhlas bermuhammadiyah,” tegas Prof Dadang dalam pengajian ba’da Idul Fitri Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cirebon, Kamis (26/5).

Prof Dadang mengatakan, bahwa karakteristik Muhammadiyah di samping berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah, juga menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kenapa Muktamar Muhammadiyah yang sedianya dilaksanakan pada 2020, diundur beberapa kali, hingga ditetapkan pada 18 November 2022.

Perubahan atau pemunduran jadwal awal rencana Muktamar ke-48 Muhammadiyah – ‘Aisyiyah tersebut berdasarkan kajian-kajian ilmiah ilmu pengetahuan. Di mana pada masih terjadi pandemi covid-19 dan membutuhkan kehati-hatian dalam menjaga seluruh jiwa manusia, hal ini juga sejalan dengan perintah agama dalam menjaga jiwa.

“Jadi, Muhammadiyah itu sangat hati-hati, didasarkan kajian komprehensif, dalam memutuskan sesuatu hal, termasuk juga soal Muktamar,” katanya.

Soal berpedoman kepada Al-Quran, Prof Dadang mengungkapkan bahwa Muhammadiyah menafsirkannya dengan kaidah ilmu tafsir yang manhajnya bayani-burhani-irfani. Dalam arti, kata Prof Dadang, Muhammadiyah tidak terikat terhadap mazhab tertentu, seperti kelompok-kelompok Islam yang lain.

Muhammadiyah membaca, mengartikan, dan menafsirkan Al-Quran dengan kemampuan para ahli yang dimiliki oleh Persyarikatan. Tidak hanya melalui satu perspektif ilmu pengetahuan saja, tetapi juga memakai perspektif keilmuan lain yang diintegrasikan untuk memahami sebuah teks.

“Bahkan Muhammadiyah punya kitab tafsir yang bernama At-Tanwir yang disusun Majelis Tarjih PP Muhammadiyah. Kitab tafsir ini menggunakan tiga pendekatan, yaitu bayani, burhani, dan irfani,” katanya.

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

MI Mudipat Wotan Kompak Pakai Batik | PWMU.CO

5 October 2022 - 11:24 WIB

Tragedi Kanjuruhan, Sembilan Komandan Brimob Jatim Dicopot

5 October 2022 - 11:20 WIB

Kemenag RI Kunjungi PP Muhammadiyah dalam Rangka Belajar Strategi Dakwah

5 October 2022 - 11:19 WIB

PRM Durian Medan Bangun Gedung Pengkaderan Muhammdiyah Kota Medan

5 October 2022 - 09:19 WIB

Sekum Abdul Muti Berikan Masukan Terkait Tragedi Kanjuruhan

5 October 2022 - 07:18 WIB

Kejuaraan Voli dan Tapak Suci Semarakkan Gebyar Muktamar di Rembang – Muriamu.ID

4 October 2022 - 22:17 WIB

Trending di Kabar Muria