Home » Mengapa Kalender Islam Global Begitu Penting?

Mengapa Kalender Islam Global Begitu Penting?

by Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKATA—Muhammadiyah memandang bahwa penyatuan kalender Islam global sebagai salah satu utang peradaban yang harus segera dilunasi. Gagasan ini tertuang dalam salah satu butir keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 1436 H/2015 M. Di dalamnya berisi tentang perlunya upaya penyatuan kalender yang berlaku secara internasional.

Pada tahun 2016 Badan Urusan Agama Republik Turki menyelenggarakan Seminar Internasional Penyatuan Kalender Hijriyah. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar hadir pada acara tersebut. Menurutnya, hasil voting dari peserta seminar tersebut mendapat respon positif, mayoritas menyetujui untuk segera diberlakukannya Kalender Islam Global dan menolak gagasan Kalender Islam Zonal. Keputusan tersebut bukan sekadar kecenderungan subjektif, tetapi hasil kajian ilmiah yang objektif.

Pentingnya gagasan Kalender Islam Global ini ditopang beberapa alasan, salah satunya: Hari Arafah. Absennya Kalender Islam Global dalam menentukan waktu ibadah di seluruh dunia, maka puasa Arafah seringkali jatuh pada hari yang berbeda dengan hari wukufnya hujjaj di Mekah. Jatuhnya tanggal 9 Zulhijjah di beberapa belahan bumi, terutama negara-negara Islam, seringkali tidak sama dengan 9 Zulhijjah di tanah suci.

“Karena itu, tanggal 9 Zulhijah di berbagai tempat itu harus sama dengan tanggal 9 Zulhijah di Mekah tempat dilakukannya wukuf dalam rangkaian haji. Inilah salah satu alasan mengapa diperlukan Kalender Islam Global,” tutur Syamsul dalam Pengajian PP Muhammadiyah pada Jumat (17/06).

Selain Hari Arafah, Kalender Islam Global diperlukan agar umat Islam sedunia dapat melakukan selebrasi keagamaan secara serempak menyambut momen-momen penting seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan puasa Ramadan. Kehadiran Kalender Islam Global akan semakin menguatkan Islam sebagai ummah wahidah alias umat yang satu padu (QS. Al Mu’minun: 52 dan Al Anbiya: 92).

Menurut Syamsul, ummah wahidah merupakan bagian dari maqashid syariah. Karenanya, umat Islam seharusnya senantiasa mengupayakan penyatuan kalender yang dapat mengatur manajemen waktu umat sehingga dapat menghindarkan mereka dari perpecahan dalam mengorganisir hari-hari penting Islam secara tepat sesuai momennya.

Dalam hadis ditegaskan: “Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) bahwa Nabi saw bersabda: Puasa itu pada hari seluruh kamu berpuasa, Idulfitri itu pada hari kamu beridulfitri dan Iduladha itu pada hari kamu beriduladha.” (HR at-Tirmidzi, al-Baihaqi, ad-Daraquthni, dan Abu Dawud).

“Dalam hadis ini umat Islam disapa dengan menggunakan kata “kamu” bentuk jamak: “kamu berpuasa”, “kamu beridulfitri”, atau “kamu beriduladha”. Ini berarti bahwa semua umat Islam berpuasa, beridulfitri, atau beriduladha pada hari semuanya berpuasa, beridulfitri atau beriduladha,” terang Syamsul.

Lebih dari itu, keperluan akan hadirnya Kalender Islam Global karena fakta bahwa umat Islam telah tersebar di seluruh penjuru dunia. Konsekuensinya ialah penggunaan rukyat pada masa kini menjadi problematik. Sebabnya karena rukyat itu terbatas kaverannya di muka bumi pada saat visibilita pertama. Rukyat mungkin terlihat di kawasan kecil dunia dan tidak terlihat di sebagian besar kawasan lain sehingga dunia menjadi terbelah dan tanggal pun berbeda.

“Dulu di zaman Islam awal mungkin ada potensi tanggal saling berbeda. Tapi di zaman sekarang, kita dapat mengetahui tanggal di mana pun berada,” tutur Syamsul.

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Related Articles

Leave a Comment