Home » Yang Batal Berangkat Pergi Haji Jangan Bersedih, Semua Sudah Ditakdirkan Allah Swt

Yang Batal Berangkat Pergi Haji Jangan Bersedih, Semua Sudah Ditakdirkan Allah Swt

by Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ibadah haji tahun ini akhirnya kembali digelar setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi. Mengingat pandemi belum sepenuhnya hilang meski keadaan jauh lebih membaik, pemerintah menerapkan aturan dan protokol kesehatan yang ketat sebagai persyaratan dan pedoman penyelenggaraan haji.

Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi sendiri menetapkan lima syarat untuk ibadah haji dan umrah tahun 2022. Syarat itu adalah 1) Berusia di bawah 65 tahun, 2) Sudah mendapat vaksin Covid-19 dosis lengkap yang diakui WHO, 3) Sudah mendapat vaksin meningitis, 4) Melampirkan hasil PCR negatif (maks. 3 x 24 jam), dan 5) Memiliki Sertifikat Internasional Arab Saudi (KSA [Tawakkalna]) yang dapat dibuat melalui aplikasi PeduliLindungi.

Keadaan ini membuat beberapa calon jamaah haji yang sudah terdaftar dan dijadwalkan berangkat namun diketahui tidak memenuhi syarat-syarat di atas terpaksa untuk menunda keberangkatannya.

Menanggapinya, Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad berpesan agar mereka yang gagal berangkat tahun ini karena terbentur salah satu persyaratan di atas senantiasa bersabar dan berhuznuzan karena ibadah haji sepenuhnya adalah takdir Allah Swt.

“Untuk orang-orang yang tertulis tidak (jadi) pergi (haji), bersabarlah. Karena semua ini ada hubungannya dengan takdir Allah Swt,” pesannya dalam program Catatan Akhir Pekan Tvmu, Senin (20/6).

Dadang memahami adanya peraturan dan persyaratan yang ketat tersebut. Sebab pandemi belum sepenuhnya berakhir. Apalagi di Makkah nanti, ada jutaan jamaah haji dari berbagai bangsa dan negara yang saling berbaur. Hal ini akan menambah resiko jika pedoman kesehatan yang ketat tidak diberlakukan.

“Maka saya kira nanti kalau suasana sudah normal betul, Covid-19 sudah teratasi dengan baik, WHO sudah mencabut masa pandemi dengan endemi, maka mungkin orang di atas usia 65 tahun itu diprioritaskan untuk dibawa (pergi haji) sebagaimana biasa,” jelasnya.

Terakhir, Dadang berpesan agar pemerintah, operator, dan semua pihak terkait berusaha menjaga keselamatan dan kenyamanan para jamaah sebaik-baiknya.

“Ini amanah, jangan sampai disia-siakan. Harus memperhatikan jamaah tanpa diskriminasi. Siapapun dibimbing, ditolong supaya menjadi haji mabrur,” pesan Dadang. (afn)

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Related Articles

Leave a Comment