Home » 7 Guru SDMM Lolos Pendidikan Guru Penggerak Angkatan VI | PWMU.CO

7 Guru SDMM Lolos Pendidikan Guru Penggerak Angkatan VI | PWMU.CO

by PWMU CO
7 Calon Guru Penggerak Angkatan VI Tahun 2022 dari SDMM. Dari kiri atas sejarah jarum jam: Nur Aini Octafiya, Ita Muflikhatul Ummah, Rudi Purnawan, Athiq Amiliyah, Siti Mariyanti, Shofan Hariyanto, dan Umi Syarifah. 7 Guru SDMM Lolos Pendidikan Guru Penggerak Angkatan VI (Istimewa/PWMU.CO)

7 Guru SDMM Lolos Pendidikan Guru Penggerak Angkatan VI; Liputan Zaki Abdul Wahid, kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – Tujuh guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik dinyatakan lolos Seleksi Tahap II Calon Guru Penggerak Angkatan VI. Hal itu terungkap dari surat edaran Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Jumat (22/7/2022). 

Dalam surat bernomor 1979/B.3/GT 00.08/2022 yang salinannya diterima PWMU.CO, Rabu (3/8/2022), dinyatakan 8.005 guru yang dinyatakan lolos tahap II berhak mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan VI yang akan diselenggarakan pada pertengahan Agustus 2022. 

Ketujuh guru SDMM yang dinyatakan lolos adalah: Rudi Purnawan MPd, Athiq Amiliyah SPd, Shofan Haryanto MPd, Nur Aini Octafiya SPd, Umi Syarifah SSi, Siti Mariyanti SPd, dan Ita Muflikhatul Ummah SPd. 

Kepala SDMM Ria Pusvita Sari MPd menyampaikan, banyaknya guru SDMM yang lolos program ini memberi banyak harapan. “Saya berharap guru-guru bisa melihat kesulitan sebagai tantangan yang akan mendorong dirinya menjadi lebih baik,” ungkapnya pada PWMU.CO.

Ustadzah Vita, sapaannya, menjelaskan dengan mengikuti Pendidikan Guru Pengerak para guru bisa melihat anak yang mempunyai hambatan belajar sebagai kesempatan untuk mengasah kapabilitasnya. Mereka harus percaya semua anak punya potensi. 

Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak ini menjelaskan guru penggerak juga akan lebih percaya dan tidak gampang putus asa dibandingkan dengan guru-guru lain yang mungkin agak sedikit lambat melakukan perubahan. 

“Jadi tidak malah menjauhi mereka tapi justru mendekati untuk bisa mengubah paradigma tersebut,” tuturnya. 

Sekretaris Departemen Pendidikan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Asiyiyah (PWNA) Jawa Timur itu meyakini dengan banyaknya guru penggerak di SDMM akan tumbuh kesadaran bahwa waktu untuk belajar bersama merupakan kunci lahirnya inovasi. 

“Mereka akan menyadari bahwa kegagalan adalah pembelajaran untuk selalu berani mencoba hal baru,” tandasnya.

Baca sambungan di halaman 2: Empat Kiat Sukses

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment