Home » Khitanan Massal Dihadiri anggota DPRD | PWMU.CO

Khitanan Massal Dihadiri anggota DPRD | PWMU.CO

by PWMU CO
Khitanan massal
Dokter menenangkan peserta khitan massal di Masjid Baiturrahim. (Ernam/PWMU.CO)

PWMU.CO–  Khitanan massal digelar takmir Masjid Baiturrahim Kapasan Sidoarjo untuk merayakan Tahun Baru 1444 Hijriyah, Ahad (31/7/2022).

Sebanyak 32 anak peserta khitanan massal mendapat songkok, baju koko, sarung, dan uang saku. “Awalnya hanya 20 anak kemudian berkembang jadi 32 anak. Kalau tidak kami stop bisa banyak yang mendaftar,” kata Ketua Takmir Masjid Muhammad Faried.

Masjid Baiturrahim berlokasi di Jl. Sunandar Priyo Sudarmo Kapasan Sidokare. Khitanan massal ini didukung oleh LazisMu Sidoarjo, RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda).

RS Aisyiyah Siti Fatimah mengerahkan tenaga medis dan paramedis, menyediakan alat kesehatan, obat dan bahan habis pakai.

Ada 13 tenaga medis terdiri dokter, paramedis, dan farmasi. “Khitan ini bagian dari syariat Islam. Kami menggunakan teknologi cauter yang populer disebut laser,” kata Dokter Tjatur Priambodo, Direktur RSA Siti Fatimah.

Dia menambahkan, Masjid Baiturrahim memberi manfaat kepada umat dengan menyelenggarakan khitanan massal. Harapannya kegiatan ini menjadi agenda rutin tiap tahun, dan bisa menyebar ke tempat lain.

”RSA Siti Fatimah siap bersinergi dengan PRM se PCM Sidoarjo untuk mengadakan kegiatan serupa atau kegiatan lain terkait kesehatan,” ujar Dokter Tjatur.

Dia menuturkan, tidak hanya siap bekerja sama dengan PRM dan PCM, juga ada WAG untuk ibu-ibu. Kita membuat WAG khitanan massal untuk koordinasi apabila ada keluhan, cerita-cerita seru, dan konsultasi.

”Anggota WAG ini isinya orang tua anak yang dikhitan, panitia, dan tim medis RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan,” ujarnya.

Perluasan Masjid

Hadir dalam acara ini anggota DPRD Jawa Timur Khulaim Junaidi yang mendukung kegiatan ini.  ”Meskipun warga mampu menyelenggarakan khitan sendiri, tetapi siarnya lebih mengena jika diselenggarakan oleh masjid maupun lembaga Islam lainnya,” kata mantan Ketua PAN Sidoarjo.

Menurut dia, badan yang bersih dari hadats diawali dengan khitan. Seorang anak yang ikut khitanan massal selalu diingat. “Dulu dikhitan massal oleh keluarganya, oleh masyarakat, dan oleh takmir masjid agar menjadi anak yang saleh. Anak akan ingat terus untuk menjadi anak yang saleh dan berbakti,” ujar Khulaim.

DPRD Dapil Sidoarjo-Surabaya ini berjanji akan membantu perluasan masjid Baiturrahim sebesar Rp 300 juta.

Menurut Ketua Takmir Muhammad Faried, kegiatan khitanan massal untuk memperingati Tahun Baru 1444 H dan meningkatkan kegiatan masjid agar dikenal masyarakat. ”Masjid ini posisinya menjorok dan sulit dikenal. Untuk itu harus ada kegiatan yang bisa menghadirkan banyak orang,” katanya.

Selama ini sudah ada kegiatan santunan anak yatim, Jumat berkah, kajian tafsir,  dan takjil tapi belum cukup untuk mengenalkan Masjid Baiturrahim. “Khitanan massal ini akan dilakukan setiap tahun bekerja sama dengan Lazismu, Smamda, dan RS Siti Fatimah,” tuturnya.

Penulis Ernam  Editor Sugeng Purwanto

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment