Menu

Mode Gelap
Menunggu Pemanfaatan AI Dalam Dakwah Muhammadiyah Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru

Kabar WIB

Cita-Cita Pendidikan Kemuhammadiyahan, Sejarahwan UM Bandung: Ikhtiar Siapkan Generasi Pelanjut!


 Cita-Cita Pendidikan Kemuhammadiyahan, Sejarahwan UM Bandung: Ikhtiar Siapkan Generasi Pelanjut! Perbesar

BANDUNGMU.COMKH Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh Islam Indonesia yang sangat sadar akan pentingnya pendidikan dalam masyarakat bawah guna mencapai perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

Hal ini terbukti bahwa empat tahun sebelum didirikannya organisasi Muhammadiyah tepatnya tahun 1908, KH Ahmad Dahlan telah melakukan pembaruan dalam bidang pendidikan. Beliau mendirikan sekolah formal di kampung Kauman, Yogyakarta.

Jauh sebelum itu juga telah merintis pendidikan non formal di tempat yang sama (atau istilah sekarang dikenal dengan madrasah diniyah).

Pendidikan bisa dikatakan sebagai wahana untuk mempersiapkan manusi dalam memecahkan problematika kehidupan di masa kini ataupun masa yang akan datang.

Oleh kerena itu, sistem pendidikan yang baik harus disusun atas dasar kondisi lingkungan masyarakat, baik kondisi masa kini maupun masa yang akan datang.

“Perubahan kondisi lingkungan merupakan tantangan dan peluang yang harus direspon secara cepat dan tepat hingga memberikan nilai tambah,” ujar sejarahwan dan Dosen UM Bandung Sopaat Rahmat Selamet SHum MHum.

Dia juga mengatakan bahwa organisasi Muhammadiyah yang sejak didirikannya telah menegaskan bahwa sebagai gerakan Islam sudah tentu membutuhkan sumber daya manusia yang tidak sedikit dan berkualitas untuk meraih tujuannya.

“Maksud dan tujuan berdirinya Muhammadiyah adalah “menegakan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tujuan ini tidak mungkin bisa dipikul secara sendirian oleh pimpinan organisasi, tetapi diperlukan keterlibatan semua anggota dan masyarakat,” katanya.

Sebagai sebuah peryarikatan setiap anggota organisasi memiliki kekuasaan dan hak yang sama dalam Muhammadiyah, yaitu hak menyampaikan pendapat, hak suara, hak memilih, dan dipilih.

“Namun yang perlu dijadikan catatran, tidak semua orang bebas masuk di Muhammadiyah, kecuali mereka yang mau mendukung cita-cita organisasi dan memahami hakikat dan tujuannya,” jelas Kang Sopaat.

Cita-cita pendidikan Muhammadiyah

Muhammadiyah sebagai organisasi, memerlukan piranti pendukung yang terdidik dan militan serta memiliki kemampuan menggerakan roda organisasi.

Hal inilah, menurut Kang Sopaat, yang menjadikan Muhammadiyah harus memiliki dan mencetak kader-kader sebagai upaya regenerasi yang mampu memikul tanggung jawab melanjutkan cita-cita Muhammadiyah.

Kader adalah mereka yang diharapkan mampu menjadi penggerak roda organisasi Muhammadiyah, memikirkan, dan menyusun program perjuangan di masa yang akan datang.

“Karena terkait erat dengan organisasi Muhammadiyah, sudah berang tentu kader yang diharapkan itu adalah mereka yang benar-benar memahami hakikat Muhammadiyah. Pemahaman inilah yang kemudian akan diaplikasikan dalam berbagai program kegiatan untuk melaksanakan tugas amar maruf nahyi munkar. Cita-cita mulia yang ingin dicapai oleh Muhammadiyah tersebut tentu memerlukan kader pemikir, penggerak dan pelaksananya,” tuturnya.

Hal ini bisa terlaksana jika Muhammadiyah menyiapkan kader yang mempuni melalui pendidikan, baik di sekolah (formal) maupun di masyarakat.

Dengan pendidikan semacam ini para kader akan mengerti dan memahami Muhammadiyah sebagai suatu organisasi dan gerakan Islam untuk berdakwah “amar makruf nahi munkar”, serta gerakan tajdid yang selalu menyandarkan gerakannya kepada Al-Quran dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Jadi, yang dimaksud dengan pendidikan kemuhammadiyahan adalah salah satu upaya pimpinan Muhammadiyah untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada para keder dan anggotanya supaya mengerti tujuan dan cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakan Islam.

“Pendidikan merupakan ikhtiar Muhammadiyah dalam mempersiapkan generasi yang diharapkan mampu menjawab persoalan yang akan dihadapi Muhammadiyah di masa yang akan datang.” pungkas dosen dan sejarawan UM Bandung ini.***




sumber berita ini dari bandungmu.com

Artikel ini telah dibaca 299 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ajak Manfaatkan Fermentasi Eceng Gondok Jadi Pakan Unggas – Muriamu.ID

1 February 2023 - 12:57 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 23 Maret 2023

1 February 2023 - 12:55 WIB

Sungai Citarum, Banjir, dan Spesies Ikan yang Hilang

1 February 2023 - 08:54 WIB

Menjalin Keakraban, Alumni Angkatan Limolas Adakan Sarasehan – Muriamu.ID

1 February 2023 - 04:53 WIB

SMP Muhammadiyah 1 SKA Kerjasama dengan Puskesmas Gajahan Pantau Kesehatan Guru, Karyawan, dan Siswa – Muriamu.ID

1 February 2023 - 00:52 WIB

Rektor dan Ketua LPPM UMKU Bersama Forkom LPPM Jateng Benchmarking ke 4 PT di Bali – Muriamu.ID

31 January 2023 - 20:49 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network