Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah or id WIB

Sekum Abdul Muti Berikan Masukan Terkait Tragedi Kanjuruhan


 Sekum Abdul Muti Berikan Masukan Terkait Tragedi Kanjuruhan Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA—Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang menelan korban lebih dari 100 jiwa suporter Arema FC. Terkait itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ri meminta supaya Liga 1 dihentikan.

Namun demikian, jika terpaksa harus digelar maka harus ada peraturan baru perihal keberadaan penonton atau suporter, selain itu juga ini berdekatan dengan tahun politik 2024. Abdul Mu’ti juga menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini.

“Duka cita yang sangat mendalam atas tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang kemarin itu.” Ungkap Mu’ti, Senin (3/10).

Akibat ini, induk sepakbola Indonesia atau PSSI terancam sanksi dari FIFA. Tragedi yang menelan 100 jiwa lebih ini menurut Mu’ti harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait yang melaksanakan Liga 1, serta manajemen sepakbola nasional.

“Tragedi Kanjuruhan ini harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait dengan pelaksanaan Liga 1 dan manajemen sepak bola nasional,” imbuhnya.

Menurut Mu’ti, kalaupun Liga 1 akan tetap dilanjutkan maka perlu dibuat kebijakan baru. Hal ini misalnya digelar tanpa penonton. Atau, dilanjutkan dengan penonton dibatasi. Dengan itu, diharapkan tidak terjadi kerusuhan akibat insiden dari berkumpulnya banyak orang.

“Permintaan kami agar Liga 1 dihentikan karena alasan keamanan dan mendekati tahun politik tersebut. Sangat riskan bila terjadi kerusuhan di saat-saat sekarang ini akibat insiden dari berkumpulnya banyak orang,” tegas Mu’ti.
Tragedi ini menimbulkan banyak simpati dari elemen masyarakat. Termasuk Keluarga Besar Muhammadiyah Surabaya yang menjalankan salat gaib untuk seluruh korban. Sebagaimana yang disampaikan Sekretaris PDM Surabaya, Muhammad Arifin.

Dalam kesempatan yang berbeda, Arifin menjelaskan bahwa Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Surabaya menyampaikan duka cita atas tragedi itu. Untuk itu pihaknya melakukan salat gaib untuk korban. Salat gaib dilaksanakan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya, termasuk di masjid, panti asuhan, dan sekolah.

“Ini tragedi besar dunia. Mohon para pihak untuk mengusut tuntas. Harus ada yang bertanggung jawab, dalam hal ini penyelenggara, aparat, dan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) sepak bola,” kata dia.

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Komitmen Seorang Muslim Dapat Dilihat dari Kebiasaan Datang ke Masjid sampai Adil dalam Politik

10 December 2022 - 12:15 WIB

Sukses Muktamar 48 sebagai Energi Baru bagi Semua

10 December 2022 - 10:15 WIB

PCIM Pakistan adakan Gerakan Jumat Berkah bersama PPMI & PCINU

10 December 2022 - 00:16 WIB

SD Muhammadiyah Ini Terima Apresiasi Pendidikan Anti Korupsi dari KPK

9 December 2022 - 18:37 WIB

Sebelum Melanjutkan Pendidikan Tinggi di Luar Negeri, Peserta MSPP Dibekali AIK melalui Baitul Arqam

9 December 2022 - 15:28 WIB

Selain Perlu Konstruksi Teologis, Moderasi Beragama Butuh Lebih Banyak Ruang Dialog

9 December 2022 - 12:00 WIB

Trending di Muhammadiyah or id