Menu

Mode Gelap
Tim PPK Ormawa Hima PAI UM Bandung Menuju Abdidaya Nasional 2023 Unisa Bandung Jadi Tuan Rumah Munas Aslama PTMA Rumah Sakit Muhammadiyah Jangan Merasa Aman di Zona Nyaman UM Bandung dan IPG Kampus Perlis Lakukan Pertemuan Kerja Sama, Salah Satunya Soal Penelitian Agar Siap Terjun ke Masyarakat, Mahasiswa PAI UM Bandung Dibekali Ilmu dan Tata Cara Pemulasaraan Jenazah

Muhammadiyah or id WIB

Maulid Boleh, Tapi Jangan Sampai Berlebihan Hingga Mengkultuskan Individu Nabi


 Maulid Boleh, Tapi Jangan Sampai Berlebihan Hingga Mengkultuskan Individu Nabi Perbesar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Meski tidak melarang perayaan hari besar Maulid Nabi Muhammad Saw, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad tetap mewanti-wanti agar umat Islam tidak berlebihan apalagi sampai mengkultuskan sosok Nabi Muhammad Saw.

“Mungkin harus hati-hati karena menghormati seseorang itu jangan sampai kita menjurus pada kultus individu, yaitu memuja manusia secara berlebihan,” ujarnya dalam Catatan Akhir Pekan TvMu, Ahad (23/10).

Dadang berpesan agar dalam kegiatan Maulid tidak meletakkan sifat-sifat yang dimiliki Allah Swt kepada Nabi Saw, misalnya menganggap Nabi Muhammad sebagai pemberi rezeki dan lain sebagainya.

“Jadi mungkin sikap kita pada Nabi Muhammad adalah sikap yang hormat, yang penuh dengan perhormatan sedemikian rupa mencontoh tingkah laku Nabi. Jangan jadikan Nabi Muhammad itu sebagai sosok yang bisa memberi rezeki, yang bisa menyelamatkan, yang bisa memberikan mudarat karena itu adalah hak Allah,” terang Dadang.

Lebih lanjut, dirinya berpesan agar di dalam Maulid, umat Islam memperbanyak salawat dan bukan berdoa meminta pada Rasulullah. Selain itu, Dadang berpesan agar umat Islam meneladani akhlak Rasulullah Saw dan mempelajari perjuangan Nabi Muhammad Saw.

“Oleh karena itu Rasulullah Saw kita peringati hari lahirnya ini untuk kita ambil ibrah, pelajaran bagi kita terutama akhlak mulia kanjeng Rasulullah Saw. Karena itu yang ditonjolkan oleh Allah, innaka la’ala khuluqin adhim. Sesungguhnya engkau itu Muhammad memiliki akhlak yang agung,” ujar Dadang.

“Jadi untuk itu mungkin dengan diadakannya Maulid Nabi itu, tidak hanya menceritakan kelahiran Nabi itu kapan, bahwa nama ibunya Siti Aminah, ayahnya Sayid Abdullah, bukan hanya itu. Yang mungkin perlu kita sampaikan pada umat itu bagaimana Nabi Muhammad Saw itu berjuang, berpribadi sehingga oleh Allah dipuji sebagai orang yang punya akhlakul karimah,” pungkasnya. (afn)

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

MPM PP Selenggarakan SEKAM seri Advokasi, Upayakan Advokasi terhadap Pekerja Migran

8 December 2023 - 22:37 WIB

Santri Mu’allimin Diminta Menjadi Kader Pemimpin Dunia

8 December 2023 - 12:43 WIB

Resmikan Empat AUM Ranting Sawojajar, Busyro: Salatnya Warga Muhammadiyah Melahirkan Peran Keumatan dan Kesemestaan

8 December 2023 - 12:36 WIB

Rumah Sakit Muhammadiyah Jangan Merasa Aman di Zona Nyaman; Nanti Ketinggalan yang Lain

7 December 2023 - 15:47 WIB

Menko PMK Ungkap Peluang Beasiswa Mahasiswa Kampus Swasta dan Negeri Sama

7 December 2023 - 11:29 WIB

Muhammadiyah Bakal Bangun Dua Rumah Sakit Premium dan Standar Internasional

7 December 2023 - 10:15 WIB

Trending di Muhammadiyah or id