Menu

Mode Gelap
Menunggu Pemanfaatan AI Dalam Dakwah Muhammadiyah Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru

Muhammadiyah or id WIB

Komitmen Seorang Muslim Dapat Dilihat dari Kebiasaan Datang ke Masjid sampai Adil dalam Politik


 Komitmen Seorang Muslim Dapat Dilihat dari Kebiasaan Datang ke Masjid sampai Adil dalam Politik Perbesar

MUHAMMADIYAH.OR.ID — YOGYAKARTA, Komitmen seorang muslim terhadap agamanya dapat dilihat dari hal-hal kecil sesederhana komitmen untuk datang ke masjid, hingga bagaimana ia mampu teguh terhadap prinsip menegakkan keadilan saat berada di ranah sosial politik serta ekonomi yang membawa kepentingan segenap warga negara.

Hal tersebut merupakan dua contoh komitmen akan Islam yang disampaikan oleh Sekertaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhammad Mas’udi saat mengisi Khutbah Jum’at di masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada, Jum’at (9/12).

Muhammad Mas’udi juga mengingatkan bahwa dalam menunjukkan komitmen atas Islam dapat dimulai dari hal – hal kecil dan sederhana.

“Tentu komitmen seorang muslim bisa dimulai dari hal – hal yang paling kecil sampai yang paling besar”. Ungkapnya

Contoh paling sederhana yang dapat dilaksanakan adalah bagaimana kita mau datang ke masjid untuk sholat berjamaah yang disamping memang merupakan kewajiban juga sebagai bukti komitmen kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam melaksanakan komitmen akan Islam, Muhammad Mas’udi menyampaikan bahwasanya seorang muslim hendaknya memahami dua hal, pertama adalah bagaimana memaknai suatu amalan tidak hanya dari segi aktivitasnya saja melainkan juga subtansinya. Artinya setiap amalan yang dikerjakan hendaknya dimaknai sebagai suatu penghayatan yang benar – benar mampu menambah ketaqwaan kita dihadapan Allah SWT.

“Jangan sampai kita sudah sholat sejak SD sampai kemudian kita menjadi dosen sampai kita kemudian sekolah S1 tetapi kualitasnya tingkat kekhusyukannya, tingkat penghayatannya masih sama saja, ” terangnya.

Kedua, adalah bagaimana kita bisa mengfungsikan diri kita secara optimal sebagai Khalifatullah Fil Ardhi, yang artinya kita harus mampu menyampaikan serta menerapkan nilai-nilai keislaman bagi kemaslahatan umat manusia.

“Bagaimana kita harus mampu mengkomunikasikan gagasan – gagasan Keislaman itu di dalam realitas kehidupan,” tambahnya.

Terakhir, Mas’udi menyampaikan bahwasanya dalam konteks kehidupan bermasyarakat komitmen keislaman harus mampu diimplementasikan di dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk berbuat adil dan jujur dalam kehidupan sosial dan politik.

“Dalam konteks kehidupan sosial maka juga dituntut untuk berkomitmen dalam seluruh aspek kehidupan yang semuanya harus bermuara kepada nilai-nilai ajaran Islam, tentu dalam konteks Muhammadiyah sebagaimana yang dipahami atau sesuai dengan paham Muhammadiyah”, ungkapnya.

Hits: 1

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ibadah Haji Wajib Bagi Kaum Muslimin Dalam Kategori Berikut

31 January 2023 - 12:46 WIB

Temui Presiden, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sampaikan Undangan Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-18 di Balikpapan

31 January 2023 - 11:37 WIB

Ketentuan Menyusui Bayi dalam QS. Al Baqarah ayat 233

31 January 2023 - 10:00 WIB

Kisah Soekarno Walk Out di Rapat Muhammadiyah Karena Tabir, Niat Utama Menjaga Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah

30 January 2023 - 21:00 WIB

Muhammadiyah Pengorganisir Ibadah Haji Pertama di Nusantara, Cikal Bakal Dirjen Haji

30 January 2023 - 20:00 WIB

Kolaborasi MPM dengan UNIMMA dalam Merintis Pertanian Multikultur

30 January 2023 - 18:00 WIB

Trending di Muhammadiyah or id