Menu

Mode Gelap
Menunggu Pemanfaatan AI Dalam Dakwah Muhammadiyah Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru

Muhammadiyah News Network WIB

Mewaspadai Penyakit Musim Hujan – bandungmu.com


 Mewaspadai Penyakit Musim Hujan – bandungmu.com Perbesar

BANDUNGMU.COM, Yogyakarta — Musim hujan dapat meningkatkan risiko terjadinya demam berdarah. Hal ini terjadi karena meningkatnya jumlah nyamuk yang dapat menularkan virus penyebab demam berdarah.

Demikian disampaikan Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Desita Dyah Mukti Adityaningrum. Menurut Desita, nyamuk pembawa virus ini dikenal dengan Aedes aegypti.

Perawakan nyamuk ini dapat dikenali dengan ciri-ciri badan kecil, kaki panjang, serta memiliki garis hitam dan putih pada sayap dan badannya.

Selain itu, nyamuk ini juga dapat dikenali dengan tanda bintik hitam di bagian bokongnya. “Kondisi musim hujan ini cukup banyak risiko demam berdarah. Mayoritas penyakit ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti,” ucap Desita dalam talkshow tentang “Musim Hujan Waspada Demam Berdarah” yang diselenggarakan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (08/12/2022).

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki iklim yang cocok untuk perkembangan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab demam berdarah. Oleh karena itu, di luar musim hujan sekalipun, banyak yang menderita penyakit ini.

Tak kenal musim

Dengan adanya musim hujan, semakin banyak jumlah pasien demam berdarah disebabkan kelembapan udara dapat membuat lingkungan semakin cocok bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

“Di luar musim hujan seperti Mei atau Juni, pasien demam berdarah tetap ada. Namun, jumlahnya akan meningkat karena genangan air semakin banyak sehingga nyamuk mudah bertelur dan meningkatkan jumlah,” ucap Desita.

Selain itu, faktor sosial dan lingkungan juga mempengaruhi tingginya risiko terjadinya demam berdarah. Kurangnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan air tertimbun yang merupakan tempat bertelurnya nyamuk.

Langkan preventif

Oleh karena itu, Desita mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah preventif. Misalnya menguras air yang tertimbun di sekitar rumah, memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar, terutama dalam mengelola sampah dan membuang air bekas secara bijak, dan menggunakan obat pengusir nyamuk.

Selain itu, penting juga rutin menjaga kekebalan tubuh dengan cara mengonsumsi makanan sehat, olahraga rutin, dan tidur cukup. Segera mencari pertolongan medis jika muncul gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, atau pendarahan pada kulit.***

___

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA



sumber berita ini dari bandungmu.com

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ajak Manfaatkan Fermentasi Eceng Gondok Jadi Pakan Unggas – Muriamu.ID

1 February 2023 - 12:57 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 23 Maret 2023

1 February 2023 - 12:55 WIB

Sungai Citarum, Banjir, dan Spesies Ikan yang Hilang

1 February 2023 - 08:54 WIB

Menjalin Keakraban, Alumni Angkatan Limolas Adakan Sarasehan – Muriamu.ID

1 February 2023 - 04:53 WIB

SMP Muhammadiyah 1 SKA Kerjasama dengan Puskesmas Gajahan Pantau Kesehatan Guru, Karyawan, dan Siswa – Muriamu.ID

1 February 2023 - 00:52 WIB

Rektor dan Ketua LPPM UMKU Bersama Forkom LPPM Jateng Benchmarking ke 4 PT di Bali – Muriamu.ID

31 January 2023 - 20:49 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network