Menu

Mode Gelap
PKM Center UM Bandung Gelar Dikusi Kiat Sukses Pendanaan PPK Ormawa Ruang Tanpa Nama, Buku yang Membawamu pada Kondisi Suwung Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dorong Umat Islam Terlibat Aktif Membangun Peradaban Atasi Minimnya Informasi dari Lapangan, Relawan Kebencanaan Muhammadiyah Dibekali Keterampilan Jurnalistik Meriahnya MOTEKART Prodi PIAUD UM Bandung Suguhkan Berbagai Tampilan Mahasiswa Dengan Kostum Unik

wawasan WIB

HAMKA dan KOKAM – Suara Muhammadiyah


 HAMKA dan KOKAM – Suara Muhammadiyah Perbesar

HAMKA dan KOKAM

Iwan KC Setiawan

Saat menyusun buku sejarah KOKAM yang saya beri judul KOKAM kesatuan Muhammadiyah di Zaman Bergerak, saya sempat merasa putus harapan. Sebab sangat sedikit referensi yang membahas tentang KOKAM. Hampir 2 tahun saya mengumpulkan bahan tentang KOKAM dan selama itu nyaris tidak menemukan sumber baru tentang sejarah KOKAM.

Ada rangkaian sejarah KOKAM yang belum selesai saya susun. Tapi saya belum menemukan referensi yang baru tentangnya. Dalam menulis sejarah, apalagi yang menulis bukan sarjana sejarah (seperti saya), pijakan utamanya adalah menulis rangkaian kisah secara kronologis dengan sumber yang telah terverifikasi.

Hingga satu waktu membanjir buku lawas tema Muhammadiyah di facebook. Buku lawas Muhammadiyah yang berasal dari Jakarta ini mengalir deras dengan judul-judul yang menarik semua. Hampir semua karya HAMKA yang lama muncul semua saat itu. Dalam sebuah postingan yang menjual buku-buku Muhammadiyah lawas, saya tertarik dengan buku berjudul KOKAM 10 Tahun: Mengenang hari lahir Tgl 1 Okt 65

“Aha” saya seperti menemukan harta karun yang saya cari selama ini. Saya langsung pesan buku tersebut dan beberapa hari kemudian sampai ke tangan saya. Saat membuka buku tersebut dan membaca daftar isi bukunya saya seperti menemukan kepingan puzzle tentang sejarah KOKAM yang baru saja saya temukan. Dari buku yang saya dapatkan itu, saya dapat menulis kronologi sejarah kelahiran KOKAM, yang selama 2 tahun macet saya susun.

Buku KOKAM 10 Tahun diterbitkan tahun 1975 oleh salah satu pendiri KOKAM yaitu Haiban HS. Di tahun 1965 beliau adalah Anggota Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta. Buku ini memuat artikel singkat yang ditulis oleh HS Prodjokusumo, Haiban HS, HAMKA dan menyertakan Peraturan dan Tata Tertib KOKAM yang disahkan pada 13 Desember 1966. Dari arsip yang saya miliki, Tatib KOKAM ini adalah yang pertama di buat oleh KOKAM.

Dalam buku KOKAM 10 Tahun, buya HAMKA menulis artikel berjudul RASA HORMAT KEPADA KOKAM. Artikel yang dibuat khusus oleh buya HAMKA dalam rangka mengenang 10 tahun berdirinya KOKAM. Mengapa buya HAMKA menulis khusus artikel untuk KOKAM? Pertanyaan yang menarik berkaitan dengan ini. Buya HAMKA ternyata memilik kesan tersendiri terhadap KOKAM.

HAMKA dan KOKAM
Buku Sejarah Kokam Karya Iwan Setiawan Penerbit SM

 

HAMKA dan KOKAM

Seperti kita ketahui, pada 28 Januari 1964 sd 1965 buya HAMKA masuk penjara. Sebabnya buya HAMKA dituduh upaya pembunuhan terhadap Sukarno dan Menteri Agama kala itu Saifudin Zuhri. Selanjutnya buya HAMKA ditahan dan masuk penjara selama 2 tahun 4 bulan. Alasan sebenarnya dari penangkapan itu adalah penerbitan artikel bersambung berjudul Demokrasi Kita karya Mohammad Hatta yang dimuat di Majalah Panji Masyarakat yang diasuh buya HAMKA.

Demokrasi Kita memang tulisan Mohammad Hatta yang mengkritik secara keras terhadap Demokrasi Terpimpin ala Sukarno. Hatta menyebut Demokrasi Terpimpin sama dengan kediktatoran ala Sukarno. Tulisan yang diterbitkan berkala di Panji Masyarakat inilah yang menyebabkan Sukarno marah besar. Karena tidak mungkin menangkap Mohammad Hatta, maka yang ditangkap adalah Pimpinan Umum Panji Masyarakat, buya Hamka.

Setelah Sukarno turun pamor setelah peristiwa 65, HAMKA keluar dari penjara. Selepas dari penjara, dengan suasana yang masih panas karena pembasmian anggota PKI. Di saat itulah HAMKA tourne ke banyak daerah untuk melakukan dakwah. Di saat tourne inilah KOKAM selalu menjaga buya HAMKA kemanapun melaksanakan dakwah di daerah-daerah. Kesan inilah yang dirasakan sehingga buya HAMKA menulis artikel khusus tentang KOKAM berjudul RASA HORMAT KEPADA KOKAM.

Dalam RASA HORMAT KEPADA KOKAM, HAMKA menulis ” Sebagai salah seorang  yang telah dituakan dalam kalangan Muhammadiyah, patutlah rasanya saya menyatakan hormat yang setinggi-tingginya kepada KOKAM.  Yang akan memperingati kita, terutama ialah kita sendiri, orang lain mungkin tidak tahu, atau sengaja tidak tahu menahu, ataupun tidak mau tahu,” dalam tulisan ini buya HAMKA menyatakan dirinya hormat kepada KOKAM, walau mungkin ada di kalangan orang Muhammadiyah ada yang tidak tahu, sengaja tidak mau tahu atau tidak mau tahu tentang KOKAM.

Selanjutnya beliau melanjutkan “Tetapi KOKAM Muhammadiyah telah berdiri pada hari pertama dari permulaan perkisaran angin KOKAM di proklamirkan berdirinya pada tgl 1 Oktober 1965 malam hari. Angkatan Muda dalam kalangan Muhammadiyah, entah karena pengaruh “Intuisi” atau ilham, pada malam itu berkumpul. Mereka mengadakan kursus kader muda Muhammadiyah,” lalu buya HAMKA berkisah tentang KOKAM yang berdiri pada 1 Oktober 1965 dengan digawangi oleh HS Prodjokusumo dan Angkatan Muda Muhammadiyah yang pada waktu itu sedang mengadakan kursus kader Muhammadiyah.

Selanjutnya buya HAMKA Menulis “Jiwa militan yang telah dididikkan pada anak-anak “Hizbul Wathan”, yang berarti golongan pembela tanah air, itulah dia yang mendorong timbulnya KOKAM. Dalam sejarah Angkatan Muda Muhammadiyah hal itu berulang kali terjadi. Ingat saja bagaimana Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah (W.M.P.M) Daerah Banyumas, yang bertema Sudirman mencemplungkan dirinya kedalam TKR dipermulaan Revolusi. Ketika itu Sudirman mulai masuk, semangat “H.W”. “Itulah yang mendorongnya,”selanjutnya buya HAMKA mengaitkan sejarah kelahiran KOKAM dan para anggotanya dijiwai oleh semangat Hizbul Wathan dengan tokoh telandannya Sudirman. KOKAM adalah barisan cinta tanah air yang mengalir darah pendahulunya Sudirman.

Di akhir tulisan buya HAMKA menulis tentang apa yang diperjuangkan oleh KOKAM “. Hidup KOKAM, hidup untuk selalu siap siaga berjihad menegakkan Negara Pancasila dan mengisinya dengan Agama Islam yang sejati, sebagai perjuangan Muhammadiyah selama ini,” saripati tulisan dari buya HAMKA tentang perjuangan KOKAM untuk menegakkan negara Pancasila dan mengisi dengan semangat Islam, sebagaiman perjuangan Muhammadiyah selama ini merupahan warisan pemikiran buya HAMKA kepada KOKAM yang sangat berharga.

Iwan KC Setiawan, Dosen UNISA Yogyakarta, Anggota MPS PWM DIY dan Sekretaris KOKAM Nasional

Editor: Arief Hartanto

sumber berita dari suara muhammadiyah

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Haul ke-31 K. Abdul Djalil Sibaweh, Pondok Pesantren Afkaaruna Gelar Haflah Ikhtitam dan Pengajian Akbar

18 February 2024 - 22:51 WIB

Ijazah Doa Gus Mus Sebelum Berangkat Menuju TPS

15 February 2024 - 22:49 WIB

Empat Ayat Terkait Filsafat dalam Al-Qur’an

12 February 2024 - 22:48 WIB

MY Esti Wijayati, Legislator Perempuan di Balik Perjuangan Panjang UU TPKS

9 February 2024 - 22:46 WIB

Al-Biruni dan Budaya Ilmiah Apropriasi

6 February 2024 - 22:45 WIB

Muhammadiyah and NU Received an Award from the Zayed Award for Human Fraternity

3 February 2024 - 22:44 WIB

Trending di wawasan