Menu

Mode Gelap
Menunggu Pemanfaatan AI Dalam Dakwah Muhammadiyah Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru

Tarjih WIB

Usul Fikih “Kajian Tentang Sumber Hukum Islam” – MTT


 Usul Fikih “Kajian Tentang Sumber Hukum Islam” – MTT Perbesar

Judul buku     : Usul Fikih: Kajian Tentang Sumber Hukum Islam
Penulis           : Syamsul Anwar
Penerbit         : IB Pustaka, PT Litera Cahaya Bangsa
Tanggal terbit: 31 Desember 2022
Tempat terbit : Yogyakarta
Tebal              : vii + 113 halaman

Usul fikih sebagai teori dan metodologi hukum Islam menjawab lima butir pertanyaan pokok sebagai berikut: (1) Apakah hukum syar‘i itu? (2) Apa tujuan hukum syarʻi? (3) Di mana hukum syar‘i itu ditemukan, dengan kata lain apa sumber hukum syar‘i? (4) Bagaimana cara menggali hukum syar‘i dari sumber-sumber tersebut, dengan kata lain bagaimana metode penemuannya? (5) Siapa yang berwenang melakukan penemuan dari sumber dengan menggunakan metode tersebut?

Buku ini, yang diberi judul Usul Fikih: Kajian Tentang Sumber Hukum Islam, mengkaji pertanyaan ketiga, yaitu tentang sumber-sumber dari mana ketentuan hukum Islam diturunkan. Sumber-sumber itu meliputi sumber-sumber tekstual, yaitu Al-Quran dan Sunnah Nabi saw maupun sumber-sumber paratekstual yang berbasis kepada rasio maupun apa yang hidup dalam tradisi dan adat-istiadat masyarakat.

Konsep hukum di dalam Al-Quran sebagai sumber pertama hukum Islam didasarkan kepada ajaran ontologi Islam sendiri. Manusia diciptakan oleh Penciptanya sebagai makhluk sosial, yakni makhluk yang tidak dapat melaksanakan kerjanya dan memenuhi kebutuhannya secara sendiri. Ia membutuhkan bantuan yang lain dalam suatu kerjasama yang saling mendukung [Q 5: 2]. Untuk itu diperlukan satu tatanan yang dapat menyatukan seluruh potensi umat manusia guna mewujudkan kemakmuran bumi yang berarti kemakmuran manusia itu sendiri. Tatanan yang menyatukan potensi seluruh manusia ditujukan untuk:

  1. mencerdaskan kehidupan umat manusia, sebagai salah satu pesan pokok dalam ayat 5 dari kumpulan ayat-ayat yang pertama diturunkan [Q 96: 1-5].
  2. menciptakan ruang hidup yang kondusif bagi pemenuhan kebutuhan spiritual rohaniah manusia [Q 22: 41],
  3. membangun kesejahteraan ekonomi yang berkeadilan [Q 22: 41],
  4. mewujudkan ketertiban dan keamanan hidup dalam masyarakat, sebagimana ketiga butir terakhir ini dapat disimpulkan dari Q 22: 41,
  5. menjaga lingkungan fisik bumi sebagai bagian dari upaya pemakmurannya dan mencegah kerusakan dan perusakan terhadapnya [Q 11: 61; dan 28: 77].

Inilah raison d’etre (alasan keberadaan) tatanan hukum dalam Al-Quran. Karena itu hukum dalam perspektif Al-Quran tidak hanya mengatur hubungan manusia yang satu dengan yang lain, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan juga dengan alam ciptaan-Nya.

sumber berita dari tarjih.or.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Materi Pengajian Tarjih Muhammadiyah Edisi ke-200 – MTT

10 January 2023 - 22:32 WIB

Materi Pengajian Tarjih Muhammadiyah Edisi ke-195 – MTT

8 December 2022 - 22:26 WIB

Materi Pengajian Tarjih Muhammadiyah Edisi ke-196 – MTT

4 December 2022 - 22:25 WIB

Materi Pengajian Tarjih Muhammadiyah Edisi 192 – MTT

6 November 2022 - 22:18 WIB

Maklumat Majelis Tarjih tentang Gerhana Bulan Total (Selasa, 8 November 2022) – MTT

2 November 2022 - 22:16 WIB

Peran Perempuan dalam Periwayatan Hadis

20 October 2022 - 21:34 WIB

Trending di Tarjih