Menu

Mode Gelap
Menunggu Pemanfaatan AI Dalam Dakwah Muhammadiyah Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru

Muhammadiyah News Network WIB

Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Kecam Pembakaran Al-Quran di Swedia


 Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Kecam Pembakaran Al-Quran di Swedia Perbesar

BANDUNGMU.COM, Bandung — Pembakaran Kitab Suci Umat Islam, Al-Quran, oleh politisi Denmark, Rasmus Paludan, mendapat kecaman dari dunia internasional.

Salah satu kecaman itu datang dari organisasi kepemudaan, yakni Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat.

Wakil Sekretaris Bidang Hukum, Ham, dan Advokasi PWPM Jawa Barat Adang Budaya SSy MH menyayangkan bahwa kasus tersebut memiliki potensi kemarahan besar umat Islam.

Menurutnya, Rasmus Paludan, seorang politisi dari Partai Hard Line, terkenal anti Islam (Islamophobia) terhadap simbol-simbol Islam.

“Kasus pembakaran Al-Quran itu bukan hanya akan memancing kemarahan umat Islam, melainkan menyiratkan bahwa toleransi beragama masih menjadi PR besar dunia,” ungkapnya, Selasa 24 Januari 2023.

Kasus serupa di negara lain

Sebab, sambung Adang, kasus serupa tidak hanya terjadi di Swedia, tetapi di beberapa negara yang masih terjadi konflik horizontal antar-agama maupun etnis.

Dia mencontohkan kasus di India. Sampai saat ini, kata Adang, upaya-upaya deislamisasi masif dilakukan oleh partai BJP.

Mereka di antaranya menghancurkan masjid-masjid bersejarah dan tindakan rasis terhadap simbol agama (Islam).

Selain itu, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Reza Arfah menghimbau umat Islam di Indonesia bisa menahan diri dan menyerahkan pada pemerintah untuk mengingatkan Swedia melalui jalur bilateral atau pertemuan-pertemuan regional yang membahas isu-isu global.

“Benar, tindakan tersebut sangat disayangkan. Namun, kita harus menahan diri dan semoga pemerintah bertindak cepat untuk mengingatkan Swedia, karena kasus itu isu sensitif yang menjadi perhatian Internasional,” jelas Reza dalam keterangan tertulis. *** (CH)



sumber berita ini dari bandungmu.com

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ajak Manfaatkan Fermentasi Eceng Gondok Jadi Pakan Unggas – Muriamu.ID

1 February 2023 - 12:57 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 23 Maret 2023

1 February 2023 - 12:55 WIB

Sungai Citarum, Banjir, dan Spesies Ikan yang Hilang

1 February 2023 - 08:54 WIB

Menjalin Keakraban, Alumni Angkatan Limolas Adakan Sarasehan – Muriamu.ID

1 February 2023 - 04:53 WIB

SMP Muhammadiyah 1 SKA Kerjasama dengan Puskesmas Gajahan Pantau Kesehatan Guru, Karyawan, dan Siswa – Muriamu.ID

1 February 2023 - 00:52 WIB

Rektor dan Ketua LPPM UMKU Bersama Forkom LPPM Jateng Benchmarking ke 4 PT di Bali – Muriamu.ID

31 January 2023 - 20:49 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network