Fadhilah Berkaitan dengan Shalat Jamaah di Masjid

Fadhilah Berkaitan dengan Shalat Jamaah di Masjid

Oleh: Tito Yuwono

Alhamdulillah, kesadaran akan pentingnya shalat jamaah terus membaik. Sehingga hampir di setiap instansi, ketika waktu shalat telah tiba, para pegawai melaksanakan shalat jamaah di masjid instansi tersebut. Selain itu, di pusat-pusat perbelanjaan, masjidnya ramai untuk jamaah. Juga pendidikan shalat jamaah selalu digalakkan di sekolah-sekolah, dengan melakukan shalat berjamaah dhuhur di sekolah dan juga bagi yang mengambil ekstra sampai sore melakukan shalat berjamaah ashar.

Pendidikan untuk membiasakan shalat jamaah perlu terus ditingkatkan sampai kepada kesadaran pentingnya shalat jamaah dan pada akhirnya akan menjadi kebutuhan. Sehingga ketika suatu masa, tidak melakukan akan merasakan kurang nyaman di hati serasa ada yang kurang.

Pada tulisan kali ini akan disampaikan secara ringkas berkaitan dengan fadhilah shalat jamaah di Masjid. Tentu ada beberapa aktivitas ketika akan melakukan shalat berjamaah di masjid, di antaranya berjalan menuju masjid, berdoa masuk masjid, terkadang juga menunggu jamaah didirikan di masjid dan melakukan shalat jamaah itu sendiri. Dan semua aktifitas ini memiliki keutamaan dan fadhilah yang sangat besar. Berikut keutamaan dan fadhilah aktivitas-aktivitas tersebut:

  1. Fadhilah pertama, langkah-langkah ke masjid akan mengangkat derajat dan menghapus dosa. Untuk mendatangi masjid dalam rangka shalat berjamaah biasanya perlu perjalanan baik jauh maupun dekat. Maka fadhilah yang sangat besar dari Allah Ta’ala bahwa langkah-langkah kita ke masjid dapat menggugurkan dosa kita dan mengangkat derajat kita. Tentu jarak yang lebih jauh akan mendapatkan fadhilah yang lebih dari sisi ini karena langkahnya lebih banyak serta usahanya lebih besar untuk mendatangi Masjid. Berkaitan dengan fadhilah ini, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Artinya: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” (HR.Imam Muslim)

  1. Fadhilah kedua, Doa masuk masjid akan menyebabkan terjaganya dari syaitan sepanjang hari. Setelah melakukan perjalanan ke masjid dilanjutkan masuk masjid dan memanjatkan doa maka Allah Ta’ala akan jaga dirinya dari syaitan. Ini juga keutamaan yang sangat besar. Karena syaithan selalu berusaha untuk menyesatkan dan menggelincirkan kita. Dengan doa masuk masjid ini, maka Allah Ta’ala akan jaga kita dari kejahatan dan godaan syaithan.

Hal ini sebagaimana hadis Rasululllah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ قَالَ أَقَطْ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ قَالَ الشَّيْطَانُ حُفِظَ مِنِّي سَائِرَ الْيَوْمِ

Artinya:” Dari Abdullah bin ‘Amr al-Ash, dari Nabi ﷺ, apabila masuk masjid beliau mengucapkan: ‘Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung dan dengan Wajah-NyaYang Maha Pemurah dan kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari (godaan) setan yang terkutuk.” Uqbah berkata: “Hanya itu saja?” Aku menjawab: “lya.” Lalu beliau berkata: “Apabila mengucapkan doa tersebut, maka setan berkata: ‘Dia terjaga dariku sepanjang hari” (HR Imam Abu Daud)

Selain doa tersebut, terdapat juga doa yang lebih ringkas, yang diriwatakan oleh Imam Muslim, yaitu:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: “Ya Allah, buka-kanlah pintu rahmatmu untukku. (HR Imam Muslim)

  1. Fadhilah Ketiga, menunggu shalat jamaah dihitung sebagai shalat dan didoakan oleh Malaikat mendapat ampunan dan rahmat. Fadhilah yang sangat besar dari Allah Ta’ala. Seseorang yang duduk menunggu shalat jamaah dihitung seperti orang yang shalat dan juga didoakan ampunan dan rahmat oleh Malaikat, makhluk yang dekat dan selalu taat kepada Allah Ta’ala. sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:

إِنَّ أَحَدَكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا دَامَتْ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ وَالْمَلَائِكَةُ تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ مَا لَمْ يَقُمْ مِنْ صَلَاتِهِ أَوْ يُحْدِثْ

Artinya: “Seseorang dari kalian akan selalu dihitung berada di dalam shalat selama shalat itu yang mengekangnya (orang tersebut menanti shalat ditegakkan, pent.). Malaikat akan mendoakan, “Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah”, selama dia belum berdiri [1] dari tempat shalatnya atau telah berhadats.” (HR. Imam Bukhari)

  1. Fadhilah keempat, Melipatgandakan pahala shalat jamaah dari shalat sendirian 27 derajat, sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR Imam Muslim)

  1. Fadhilah kelima, Shalat jamaah isya dan subuh bagaikan shalat separuh malam dan shalat sepenuh malam. Fadhilah yang sangat besar. Bagi kita sangat berat bahkan tidak mampu melakukan shalat separuh malam apalagi sepenuh malam penuh. Namun ketika kita ikut berjamaah shalat isya dan subuh dihitung seperti shalat separuh malam dan sepenuh malam, Maasyaa Allah. Sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Artinya: “Barangsiapa shalat isya’ secara berjamaah maka seakan-akan dia melakukan shalat separuh malam. Barangsiapa shalat subuh berjamaah maka seakan-akan dia shalat seluruh malam.” (HR Imam Muslim)

Demikian keistimewaan dan fadhilah shalat jamaah di masjid, semoga Allah Ta’ala berikan taufik kepada kita untuk bisa istikamah dalam menjalankan shalat jamaah yang menuh dengan keutamaan dan fadhilah.

Wallahu a’lamu bishshowab. Nashrun minallahi wa fathun qarib

Tito Yuwono, Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman, Ketua Joglo DakwahMu Almasykuri Yogyakarta

 

sumber berita dari suara muhammadiyah

0 Reviews

Write a Review

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Vinkmag ad

Read Previous

Solusi Atas Krisis Kemanusiaan di Era Industri 5.0

Read Next

Inilah 5 Curug Eksotis di Kabupaten Subang yang Wajib Dikunjungi

Most Popular