Muhammadiyah Gresik Kembali Hidupkan Safari Subuh

GIRImu.com — Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, Jawa Timur kembali menghidupkan program Safari Subuh dengan turun langsung ke kawasan pedesaan. Kali ini, pengurus periode 2022-2027 memulai Safari Subuh di Masjid Mukhlasin Kalirejo, Kecamatan Dukun, Minggu (23/7/2023).
Sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi dakwah dengan jajaran PCM dan PRM, pengurus Majelis Tabligh PDM Gresik menggelar acara Safari Subuh. Acara yang telah menjadi agenda rutin Majelis Tabligh ini melibatkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) sewilayah Kecamatan Dukun, juga ketua LPCR-PM beserta jajarannya serta Lazismu LP Dukun.
“Kita hidupkan kembali progran Safari Subuh yang sudah lama ditradisikan oleh Majelis Tabligh PDM Gresik. Sealin untuk menguatkan tali silaturahmi, sekaligus menggairahkan kembali gairah dakwah di desa-desa, terutama yang dinilai masih ‘kering’ atau belum optimal,” ujar Ketua Majelis Tabligh PDM Gresik, Badrus Sholeh, Minggu (23/7/2023).
Sebagai tuan rumah Safari Subuh kali ini adalah PRM Kalirejo, Kecamatan Dukun. Diawali dengan sholat Subuh berjamaah dengan imam Ustadz Sahmun dari Korps Muballigh Muda Muhammadiyah (KM3), Safari Subuh menghadirkan sesepuh Muhammadiyah Gresik, KH Muhtar Bukhori, sebagai penceramah.
Acara dilanjutkan penyampaian beberapa sambutan. Diawali Ustadz Afifuddin, MAg, selaku Ketua PCM Dukun mewakili tuan rumah (shohibul bait), berturut-turut disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh, Badrus Sholeh dan Wakil Ketua PDM bidang Tabligh, Ustadz Anas Thohir, MPdI.
Seusai acara serimoni, Safari Subuh dilanjutkan dengan menggelar acara silaturahmi dan diskusi. Banyak masalah dibahas dalam diskusi, tberikut masukan dan usulan yang disampaikan dari sejumlah perwakilan PRM dan PCM terkait dengan fenomena keseharian di masyarakat.
Menanggapi sejumlah masukan dan usulan tersebut, Ustadz Anas Thohir menyambut dengan sangat baik dan berjanji akan menindaklanjuti ke pihak-pihak berkompeten di jajaran PDM. Pasalnya, sejumlah masukan memang di luar domain Majelis Tabligh.
Di antara yang mencuat ke permukaan adalah terkait dengan permasalahan dan kondisi sejumlah PRM yang dinilai “kurus-kering” dan kurang sehat. Selain itu, masih adanya sejumlah perbedaan kecil praktik peribadahan antarmasjid yang dikelola Muhammadiyah. (har)

Vinkmag ad

Read Previous

Kiai Ahmad Dahlan Merupakan Man of Action sekaligus Man of Thought

Read Next

Siswa Madrasah Mu’allimin – Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Diminta Tiru  Nabi Muhammad dan Abdurrahman bin Auf dalam Berniaga

Most Popular