Menggerakkan Qaryah Thayyibah ‘Aisyiyah dalam Pencegahan Kerusakan Lingkungan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah selenggarakan Rakernas di Jakarta pada 21-23 Juli 2023 di Jakarta. 

Dalam kesempatan tersebut, Salmah Orbayinah Ketua Umum PP ‘Aisyiyah turut hadir memberi penjelasan mengenai konsep Qaryah Thayyibah ‘Aisyiyah (QTA). “Qaryah Thayyibah ‘Aisyiyah atau QTA, adalah sebuah komunitas atau kelompok, desa, perkampungan, yang penduduknya beragama Islam, menjalankan Islam secara kaffah, untuk mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya.” terangnya. 

Di dalam QTA, lanjut Salmah, terdapat berbagai aspek yang bisa dibangun. Beberapa aspek tersebut seperti aspek spiritualitas atau keagamaan. Menurutnya ini menjadi pijakan gerakan dalam menjalin hubungan baik antara manusia dengan Tuhan, termasuk manusia dengan manusia.

“Dari aspek spiritualitas atau agama, kita ingin membentuk kelompok yang kaffah, baik hablumminallah dan hablumminannas. Kita juga ingin membentuk masyarakat yang cerdas dan sadar, melalui peningkatan aspek pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Termasuk bagaimana cerdas dan sadar terhadap pengelolaan lingkungan dan risiko bencana,” ungkap Salmah. 

Menurutnya, QTA merupakan wujud program Lintas-Majelis karena bisa disinergikan, baik dengan Majelis/Lembaga di internal ‘Aisyiyah/Muhammadiyah sendiri maupun dengan pihak luar. 

Salmah mengajak LLHPB melalui keluarga untuk peduli terhadap perubahan iklim dan bencana. “Ketahanan keluarga sangat penting, mengingat selama ini banyak kasus yang terjadi yang itu bisa diantisipasi, bisa dicegah, dengan penguatan di keluarga,” ucapnya. 

Ia menjelaskan jika sebagai negara yang berada di daerah cincin api dan pertemuan lempeng dunia, ditambah kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, kita tidak bisa menghindari kemungkinan bencana alam yang terjadi, baik itu letusan gunung api, gempa bumi, banjir, cuaca iklim ekstrem, tanah longsor, dan sebagainya. 

“Kita bisa menurunkan risikonya, misalnya bagaimana mempersiapkan diri cara penanganan awal terhadap semua bencana yang mungkin ada, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan,” ajaknya. 

Perihal merespon perubahan iklim, Salmah mendorong agar LLHPB melakukan kajian dan aksi bagaimana membangun ketahanan pangan, energi, dan pengelolaan sampah mulai dari keluarga. “Karena keluarga menjadi poros utama untuk menyusun generasi emas 2045. Keluarga sebagai madrasatul ula, di mana anak-anak diberi pencerahan tentang tauhid, aqidah, serta muamalah.” tandas Salmah.

Hits: 0

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Vinkmag ad

Read Previous

Inilah 5 Dosen UIN Bandung Paling Produktif Versi SINTA

Read Next

Rakernas LLHPB ‘Aisyiyah Dorong Ketahanan Keluarga terhadap Perubahan Iklim dan Bencana – Muriamu.ID

Most Popular