Girimu.com – Sebanyak 6.000 jamaah menghadiri Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Dukun di Lapangan Sepak Bola Dukun, Jumat (20/3/2026). Ribuan jamaah yang datang sejak pagi mengikuti ibadah dengan tertib berkat pengaturan saf dan arus kedatangan yang terkoordinasi oleh panitia.
Jamaah berasal dari berbagai wilayah di Kecamatan Dukun dan sekitarnya. Meski jumlah peserta besar, pelaksanaan salat berlangsung lancar. Panitia menyiapkan sistem penataan yang memastikan kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Dr. Hasan Basri, M.Pd.I, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik, menyampaikan khutbah yang menekankan pentingnya keseimbangan antara dimensi spiritual dan tanggung jawab sosial setelah Ramadan.
Ia mengingatkan bahwa Idulfitri tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga ajang meningkatkan kepedulian terhadap sesama, termasuk umat Islam di wilayah konflik.
“Idulfitri tidak boleh berhenti pada euforia. Ada realitas umat yang membutuhkan perhatian kita. Kepedulian itu bagian dari iman,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, Hasan Basri menjelaskan bahwa fitrah merupakan potensi dasar manusia menuju kebaikan yang harus dijaga. Ia menekankan peran lingkungan, keluarga, dan media sosial dalam membentuk karakter seseorang.
“Fitrah tidak serta-merta bertahan. Ia harus dirawat. Lingkungan, orang tua, dan media sosial menjadi faktor yang menentukan arah perkembangan seseorang,” katanya.
Ia juga mengulas konsep tazkiyatun nafs sebagai tujuan utama Ramadan. Mengutip pemikiran Ibnu Qayyim, ia menegaskan bahwa keberhasilan ibadah tidak hanya terlihat selama Ramadan, tetapi juga dari perubahan perilaku setelahnya.
“Tazkiyatun nafs adalah proses pembenahan batin. Dampaknya harus terlihat dalam sikap sehari-hari, bukan berhenti pada ritual,” tegasnya.
Selain itu, khatib menyoroti pentingnya sikap saling memaafkan sebagaimana terkandung dalam Surat An-Nur ayat 22, serta mendorong jamaah untuk menjadikan sedekah sebagai kebiasaan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan salat berlangsung hingga selesai dalam suasana tertib dan kondusif. Koordinasi panitia mendapat apresiasi dari jamaah. Salah satu peserta, Abdul Mudlil, menilai kegiatan berjalan baik meski diikuti ribuan orang.
“Dengan jumlah jamaah sebesar ini, pelaksanaannya tetap rapi dan kondusif. Panitia terlihat siap dan terorganisir,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian ibadah Ramadan sekaligus momentum memperkuat nilai spiritual dan sosial bagi warga Muhammadiyah di Kecamatan Dukun.







