6 FAKTA UNIK PARA PEMOHON KTAM

Ditulis oleh : Mukhtarom

wawasan9 Dilihat
banner 468x60

3 tahun jadi operator KTAM di PWM Jateng membuat aku kaget, ternyata para pemohon KTAM adalah:

1. Didominasi para karyawan AUM.
biasanya mereka mengajukan permohonan KTAM secara massal, tak jarang formulir hanya distempel oleh Dikdasmen atau Kepala Sekolah/ Direktur RS PKU. Biasanya yg seperkti ini aku TOLAK, karena form itu harusnya distempel oleh PCM. Kadang mereka protes kenapa tdk boleh. Aku bilang “Bapak Ibu kenapa harus distempel oleh PCM, karena agar PCM bertanggungjawab dg keaktifan njenengan di kampung njenengan, jadi tidak sekedar kerja di Muhammadiyah trus tidak kenal PCM PRM, apalagi gak aktif, trus juga untuk memastikan agar njenengan dijamin oleh PCM sebagai warga Muhammadiyah beneran”. Sebagian menerima alasan saya, sebagian nggrundel. Aku saat itu cukup “kejam” aturan tak bisa dinego.

Pernah aku mau dikasih “fee” agar persyaratan dilonggarkan. biar distempel pimpinan AUM saja. Aku tegas TOLAK!!

2. Banyak Pemohon KTAM untuk melamar kerja di AUM.

Persyaratan melampirkan KTAM saat perekrutan karyawan membuat pencari kerja mendadak butuh KTAM. biasanya kalau ada pemohon KTAM yang terlihat masih muda dan malu-malu bingung sudah bisa ditebak, pasti bikin KTAM hanya untuk administrasi. Tak jarang pemohon adalah kader ORMAS SEBELAH. Namun anehnya PCM memberikan stempel dan tanda tangan di formulir tersebut, membuat aku mau tak mau tetap memproses KTAM Tersebut. Alhasil dia punya KartaNu dan KTAM.

3. Punya KTAM dapat fasilitas dari Muhammadiyah

Beberapa kali pemohon KTAM yang masih muda baru lulus, kadang bingung setelah bikin KTAM apakah dapat fasilitas dari Muhammadiyah.

“Pak ini kalau sudah punya KTAM nanti dapat fasilitas apa ya?,” tanya dia. Tentu aku senyumin aja dan misuh dalam hati (cuuukk) 😄 ku jelaskan “KTAM bukan untuk mendapatkan fasilitas. Ini hanya untuk ketertiban administrasi saja, jadi jangan harap ada fasilitas apapun dg KTAM,” Aku jelaskan seperti itu biar dia tidak menagih ke Muhammadiyah tentang fasilitas. Dikira Muhammadiyah itu negara atau organisasi semacam Yakuza 🤣

4. Politisi dan Calon Direktur AUM Mendadak Bikin KTAM

Ini hal yang sering terjadi, biasanya timses dari kader Muhammadiyah rela membuatkan KTAM politisi meski bukan warga Muhammadiyah, demi kepentingan elektoral. Bagiku sih ini “njelehi” tp inilah mereka yang sedang “kerja politik”.

Calon direktur Rumah Sakit lebih njelehi lagi. pernah ada yang jujur mengajukan KTAM untuk daftar jd Ditektur RS PKU. Akhirnya ku proses karena syarat terpenuhi, dan ndilalahnya dia terpilih jd direktur. Belum setahun aku main ke RS PKU tersebut ternyata sang direktur sudah DIPECAT, kata staf PDM “kasus mas” jawabnya dg singkat.

5. Struktural Muhammadiyah jarang punya KTAM

iya orang yang aktif sebagai pengurus atau pimpinan di Muhammadiyah dan ortomnya, terutama di daerah-daerah lebih banyak yang tidak punya KTAM. entah karena apa yang jelas mereka aku anggap tulus dalam berkontribusi di Muhammadiyah secara nyata dari pada sekedar administrasi. Meski sebenarnya dibutuhkan juga pendataan data base kader.

6. Pemohon KTAM Meningkat drastis jelang Musywil, Musyda, Musycab, Musyran dll.

Biasanya diajukan secara massal, terutama oleh para pimpinan cabang langsung. KTAM masih menjadi benda sakti saat musyawarah agar bisa jadi peserta dan memberikan suara.

Banyak cerita unik sebenarnya, yang jelas pesanku untuk pimpinan cabang. Anda tanda tangan dan stempel yang anda berikan pada form KTAM harus dipertanggungjawabkan. Pastikan orang tersebut tunduk dan patuh pada aturan persyarikatan, pantau keaktifan dan kontribusinya di Muhammadiyah.

Untuk pimpinan AUM. meskipun anda ditarget untuk memajukan AUM, tolong jangan abaikan ideologi di dalamnya. Buat para karyawan rela bermuhammadiyah, hingga membuat KTAM bukan karena butuh NASI di Muhammadiyah, tapi karena Cinta Islam Dan Muhammadiyah.

Salam,

 

(*Tulisan ini dicuplikasi dari akun Facebook penulis)

Author