98 Siswa Spemupat Ikuti PKDA, Bahas Bahaya Bullying

Reporter: Erna Hidayati

banner 468x60

girimu.com – Aula SMP Muhammadiyah 4 (Spemupat) Kebomas dipenuhi suasana khidmat pada Selasa (10/3/2026). Sebanyak 98 siswa kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) hari kedua yang digelar sebagai penguatan spiritual di penghujung Ramadan.
Pada sesi kali ini, para siswa mendapatkan materi tentang bullying yang disampaikan oleh Herman Sakti Imam, seorang advokat dari Herman Sakti Imam Law Office & Partners.
Dalam pemaparannya, Herman menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat untuk menyakiti, merendahkan, atau menindas orang lain.
Menurutnya, bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari bullying verbal, bullying fisik, bullying sosial, hingga cyber bullying yang terjadi melalui media digital.
Ia juga menjelaskan bahwa tindakan bullying memiliki konsekuensi hukum karena telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Selain memberikan pemahaman hukum, Herman juga mengingatkan para siswa untuk menjaga sikap dan saling menghormati, terlebih di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum memperbaiki akhlak.
“Kita tidak boleh suka menghina teman. Jadilah generasi yang keren, bukan yang ditakuti, tetapi yang dihormati,” pesannya di hadapan para siswa.
Ia juga memberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan apabila siswa menyaksikan atau mengalami bullying, di antaranya tidak ikut menertawakan korban, memilih menjauh dari situasi tersebut, serta melaporkan kejadian kepada guru Bimbingan Konseling atau wali kelas.
Dalam kesempatan itu, Herman juga mengutip pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 yang mengingatkan agar tidak saling mengolok-olok, karena bisa jadi orang yang direndahkan lebih baik daripada yang merendahkan.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Gresik menyampaikan bahwa materi tentang bullying sangat penting diberikan kepada para siswa.
Menurutnya, pemahaman tersebut diharapkan mampu membentuk sikap saling menghormati di lingkungan sekolah serta mencegah perilaku saling menghina antar teman.
Melalui kegiatan PKDA ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperkuat spiritualitas selama Ramadan, tetapi juga mampu membangun karakter yang berakhlak baik dan menghargai sesama.

Editor