GAC Student Matriculation Day 1: Menjembatani Mimpi Global Generasi Smamio

Reporter: Fitri Dewi Sundari

Berita Sekolah11 Dilihat

Suasana penuh semangat dan optimisme menyelimuti Granada Meeting Room, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik pada Senin, 20 Juli 2026, saat rangkaian GAC (Global Assessment Certificate) Student Matriculation Day 1 resmi dimulai. Mengusung tema “Pre-U Kickoff 2026: Bridging Minds, Launching Futures”, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi peserta didik untuk memasuki dunia pembelajaran berstandar internasional sekaligus menanamkan keyakinan bahwa mimpi besar hanya dapat diraih oleh mereka yang berani melangkah lebih jauh.

Kegiatan diawali dengan opening speech yang inspiratif oleh Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa era global menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan beradaptasi, wawasan internasional, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Beliau menegaskan bahwa Program GAC hadir sebagai jembatan yang menghubungkan peserta didik dengan peluang pendidikan dan karier di tingkat dunia. Dengan penuh keyakinan, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan setiap proses sebagai kesempatan bertumbuh, karena masa depan yang gemilang selalu diawali dengan keberanian mengambil langkah pertama.

Momentum kegiatan semakin berkesan dengan hadirnya Asadel Zafier, alumni SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Batch 4 yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sebagai narasumber utama. Tidak hanya dikenal sebagai mahasiswa berprestasi, Asadel juga aktif sebagai Medical Student, Research Fellow di Mahidol University, Thailand, serta memiliki pengalaman penelitian di Juntendo University, Jepang.

Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa mimpi yang dibangun sejak bangku sekolah mampu mengantarkan seseorang menuju panggung internasional.

Melalui materi bertajuk “Medical School & International Program (as a Researcher)”, Asadel membagikan kisah perjalanan hidupnya, mulai dari masa SMA, memasuki dunia kedokteran, hingga menemukan passion dalam bidang riset. Ia menyampaikan bahwa kesuksesan bukan hanya hasil dari kecerdasan, melainkan buah dari konsistensi, disiplin, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus belajar dari setiap proses.

Menurutnya, setiap tantangan merupakan ruang untuk bertumbuh, sedangkan setiap kegagalan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan yang lebih besar.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan membangkitkan semangat, Asadel memperkenalkan berbagai peluang yang dapat diraih oleh pelajar maupun mahasiswa dengan visi global, seperti International Undergraduate Program (IUP), student exchange, summer school, research internship, konferensi internasional, hingga kolaborasi riset lintas negara.

Ia menekankan bahwa kesempatan tersebut bukan hanya milik mereka yang dianggap paling pintar, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang berani memulai, konsisten berproses, dan tidak takut keluar dari zona nyaman.

Salah satu pesan yang paling membekas dari sesi tersebut adalah ungkapannya:

“Research wasn’t my destination, it became the path that led me to opportunities I never imagined.”

Kalimat tersebut menjadi refleksi bahwa riset bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan sebuah jalan yang membuka pintu menuju pengalaman baru, jejaring internasional, serta kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia.

Asadel juga mengajak para peserta untuk terus menjaga rasa ingin tahu, membangun kebiasaan belajar secara konsisten, serta tidak pernah berhenti bermimpi karena ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan mengenai dunia kedokteran, penelitian, hingga peluang studi ke luar negeri disampaikan dengan penuh semangat. Interaksi hangat antara narasumber dan peserta menciptakan suasana belajar yang inspiratif sekaligus mendorong para siswa untuk mulai merancang cita-cita mereka sejak dini.

Lebih dari sekadar kegiatan matrikulasi, GAC Student Matriculation Day 1 menjadi momentum lahirnya harapan baru bagi generasi muda SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik. Kegiatan ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya membekali siswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan teladan nyata yang mampu menginspirasi mereka untuk berani bermimpi besar, berpikir global, dan berkarya tanpa batas.

Dengan semangat “Bridging Minds, Launching Futures,” setiap peserta diingatkan bahwa masa depan tidak ditentukan oleh seberapa jauh mereka berasal, melainkan oleh seberapa besar tekad mereka untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi dunia.

Dari ruang sederhana di Granada Meeting Room, lahirlah langkah-langkah kecil yang suatu hari kelak dapat mengantarkan generasi Smamio menjadi pemimpin, peneliti, profesional, dan insan berkarakter yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Editor