Girimu.Com — Di balik rapat kerja (Raker), tersimpan harapan besar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat. Semangat itulah yang menguat dalam Rapat Kerja dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan MPKU Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik, Rabu (29/7/2026).
Bagi Muhammadiyah, evaluasi bukan sekadar melihat angka capaian program atau menyusun laporan pertanggungjawaban. Evaluasi merupakan titik awal lahirnya gagasan baru, inovasi pelayanan, serta komitmen untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
Dengan semangat tersebut, jajaran pimpinan PDM Gresik, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), direktur rumah sakit, kepala unit kerja, dan seluruh pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan berkumpul untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun langkah strategis menuju pelayanan yang lebih unggul.
Selama Semester I Tahun 2026, berbagai program telah berhasil dijalankan. Namun, di tengah dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang, seluruh peserta sepakat, bahwa keberhasilan saat ini tidak boleh membuat organisasi berhenti berbenah. Setiap capaian harus menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh, sementara setiap kekurangan harus menjadi bahan evaluasi demi menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, cepat, aman, dan humanis.
Dalam arahannya, Wakil Ketua PDM Gresik Bidang Kesehatan, Drs Nadhif Abu Ali, MSi, menegaskan, bahwa budaya evaluasi merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang terus berkembang.
“Rapat kerja dan evaluasi bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan momentum untuk mengukur sejauh mana amanah telah dijalankan dengan baik. Dari evaluasi inilah kita mengetahui apa yang sudah berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana menyusun langkah strategis agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas. Saya juga berharap Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nadhif.
Selain itu, lanjutnya, kedua rumah sakit itu perlu melengkapi dan mengembangkan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan zaman, meningkatkan kompetensi serta profesionalisme sumber daya manusia, dan tidak berhenti berinovasi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, ramah, aman, dan bermutu. Dengan demikian, kedua rumah sakit dapat menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus menjadi kebanggaan Muhammadiyah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang unggul.
Menurut Nadhif, peningkatan mutu pelayanan tidak dapat dipisahkan dari pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta keberanian menghadirkan berbagai inovasi layanan. Ia menilai, kepercayaan masyarakat hanya dapat dijaga apabila rumah sakit terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Semangat yang sama juga disampaikan Ketua MPKU PDM Gresik, Suwarno, SE, MSi. Menurutnya, budaya evaluasi harus menjadi karakter yang melekat dalam setiap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar mampu berkembang mengikuti tuntutan zaman.
“Budaya evaluasi harus menjadi bagian dari karakter setiap Amal Usaha Muhammadiyah. Dengan evaluasi yang jujur, objektif, dan berbasis data, kita dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola organisasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hasil rapat kerja ini harus ditindaklanjuti dengan program-program yang nyata, terukur, dan berkelanjutan sehingga seluruh rumah sakit Muhammadiyah di Gresik mampu memberikan layanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Suwarno menegaskan, evaluasi tidak boleh berhenti pada forum rapat semata. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang mampu meningkatkan mutu layanan, memperkuat tata kelola organisasi, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan akuntabel di setiap unit pelayanan kesehatan Muhammadiyah.
Selama forum berlangsung, setiap unit kerja memaparkan capaian program, tantangan yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut pada Semester II Tahun 2026. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan. Penguatan sistem pelayanan, digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi SDM, optimalisasi fasilitas, hingga inovasi berbasis kebutuhan masyarakat menjadi beberapa fokus pembahasan dalam rapat kerja tersebut.
Lebih dari sekadar agenda evaluasi, rapat kerja ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antarlembaga dan menyatukan komitmen seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah di bidang kesehatan. Harapannya, setiap keputusan yang dihasilkan mampu diwujudkan menjadi program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui semangat “Dari Evaluasi Menuju Inovasi”, PDM Gresik menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang unggul, profesional, dan berkemajuan. Dengan penguatan kualitas pelayanan, pengembangan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta inovasi yang berkelanjutan, Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk diharapkan semakin dipercaya masyarakat sebagai rumah sakit Islam yang memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjadi wujud nyata dakwah Muhammadiyah di bidang kesehatan. (*)
