GAC Entry Test Petakan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Baru Smamio pada Hari Kedua Matrikulasi

Reporter: Yanita Intan Sariani

Girimu.com – Hari kedua matrikulasi Program Global Assessment Certificate (GAC) di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) diisi dengan pelaksanaan GAC Entry Test, Selasa (21/7/2026). Tes ini menjadi tahapan awal yang penting untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris setiap siswa sebelum mengikuti pembelajaran internasional yang lebih intensif selama program berlangsung.

SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global melalui rangkaian Program Global Assessment Certificate (GAC).

Pada hari kedua kegiatan matrikulasi, Selasa (21/7/2026), seluruh siswa GAC mengikuti GAC Entry Test yang dilaksanakan di ruang kelas GAC Smamio.

Tes yang berlangsung sekitar 3,5 jam tersebut menjadi tahap awal untuk mengukur kompetensi bahasa Inggris peserta didik secara menyeluruh sebelum mereka memasuki materi pembelajaran yang lebih mendalam.

GAC Director of Studies, Fitriyatus Sa’adah, M.Pd., menjelaskan bahwa GAC Entry Test disusun secara sistematis untuk mengukur empat keterampilan dasar berbahasa Inggris (four language skills).

“GAC Entry Test adalah tes awal yang dilaksanakan oleh siswa GAC. Tes ini mencakup empat skills, yaitu listening, reading, writing, dan speaking yang diuji secara bergantian kepada setiap siswa dengan durasi tertentu,” jelas Fitriyatus Sa’adah.

Menurutnya, tujuan utama pelaksanaan tes tersebut adalah memetakan kemampuan awal bahasa Inggris setiap peserta sehingga sekolah dapat memperoleh gambaran mengenai kompetensi masing-masing siswa sebelum proses pembelajaran dimulai.

Hasil tes juga diharapkan menjadi bahan refleksi bagi siswa untuk mengetahui posisi kemampuan mereka saat ini sekaligus menyusun strategi peningkatan selama mengikuti Program GAC.

Bagi siswa yang memperoleh hasil belum optimal, tes ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Sementara itu, siswa yang memperoleh hasil baik didorong untuk terus mengembangkan kompetensinya dan menjadi teladan dalam membangun budaya berbahasa Inggris di lingkungan sekolah.

“Harapannya, siswa bisa mengetahui kemampuan bahasa Inggrisnya sampai di mana. Jika hasilnya rendah, maka siswa bisa meningkatkan kemampuannya selama proses pembelajaran. Jika hasilnya tinggi, siswa bisa tetap meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya, serta mampu memberikan pengaruh terhadap atmosfer internasional berbahasa Inggris di kelas, lingkungan sekolah, hingga di tingkat yang lebih luas,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan GAC Entry Test, Smamio berharap para siswa memiliki bekal awal yang jelas untuk mengikuti pembelajaran internasional. Pemetaan kemampuan tersebut diharapkan membantu siswa berkembang secara bertahap sehingga siap menghadapi tantangan akademik global sekaligus mengoptimalkan potensi diri selama menempuh Program Global Assessment Certificate.

Editor