Dobrak Stigma Numerasi, Spemutu Gresik Gandeng Dekan FKIP UMG Perkuat Pembelajaran Kontekstual

Reporter: Bening Satria

Berita Sekolah79 Dilihat

Girimu.com — SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) terus memperkuat transformasi pembelajaran dengan menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Berbasis Numerasi. Menghadirkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Gresik (FKIP UMG), Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., kegiatan ini mengajak guru memandang numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan kecakapan berpikir kritis untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop Implementasi Pembelajaran Berbasis Numerasi di Aula Al Qolam, Jumat (31/7/2026).

Sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil No. 90 Gresik tersebut menghadirkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Gresik (FKIP UMG), Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., sebagai narasumber utama.

Workshop diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan Spemutu yang berjumlah 24 orang. Kegiatan ini bertujuan mengubah paradigma tentang numerasi yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai materi yang kaku, sulit, dan identik dengan perhitungan matematika semata.

Selama lebih dari 90 menit, para peserta mengikuti diskusi akademik yang membahas berbagai tantangan pembelajaran numerasi di sekolah sekaligus strategi penerapannya secara kontekstual di kelas.

Dalam paparannya, Dr. Nur Fauziyah menegaskan bahwa numerasi merupakan kemampuan yang jauh lebih luas daripada sekadar menghitung angka.

“Numerasi bukan sekadar berhitung angka-angka rumit di atas kertas, melainkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan analitis untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa penguatan numerasi perlu diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran sehingga peserta didik dapat memahami manfaatnya dalam konteks kehidupan nyata.

Menurutnya, guru perlu menerapkan strategi pedagogis yang mendorong siswa terbiasa mengolah informasi dan mengambil keputusan berdasarkan data.

“Dalam penyelesaian permasalahan numerasi di kelas, bapak dan ibu guru harus menonjolkan strategi pedagogis pembelajaran yang meliputi pemberian konten, mengeksplorasi, dan meringkas, seperti penggunaan data, tabel, diagram lingkaran, diagram batang, dan instrumen data lainnya agar siswa terbiasa menyelesaikan masalah dengan data,” jelasnya.

Workshop berlangsung interaktif melalui sesi simulasi penyusunan rancangan pembelajaran berbasis numerasi. Guru dari berbagai mata pelajaran, mulai IPA, PJOK, Ismuba, Bahasa Indonesia, hingga Bahasa Inggris, mempresentasikan gagasan pembelajaran yang mengintegrasikan numerasi sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing.

Berbagai ide yang dipaparkan menunjukkan bahwa numerasi dapat dikemas menjadi aktivitas belajar yang menyenangkan, relevan, dan mampu mendorong peserta didik berpikir kritis serta kreatif.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Workshop ini menjadi bekal bagi guru untuk memperkaya strategi pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.

Melalui kegiatan tersebut, Spemutu semakin optimistis mengembangkan pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Sekolah berharap para guru mampu mengimplementasikan pendekatan berbasis numerasi secara berkelanjutan sehingga dapat melahirkan peserta didik yang cerdas, bernalar kritis, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Editor