Senin, 3 Agustus 2026, bukan hari biasa bagi murid SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu). Di kelas masing-masing, mereka berjibaku dengan soal-soal Asesmen Sains 2026, sebuah ajang menguji kemampuan penalaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sekaligus menjadi bekal penting menuju Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 tingkat nasional. Ini bukan sekadar ujian, melainkan medan tempur mengasah nalar kritis.
Asesmen Sains 2026, gagasan dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Seikhlasnya yang berkolaborasi dengan READ1 Group, menghadirkan soal-soal berbasis penalaran dan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Materi ujiannya sendiri telah mengantongi validasi dari Executive Board Committee International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), sebuah badan yang diisi para pakar dari berbagai negara. Pelaksanaannya berlangsung secara luring (paper based) di tiap sekolah, dengan biaya partisipasi yang disesuaikan kemampuan, seikhlasnya.
Selama asesmen, para murid Spemutu ditantang untuk berpikir kritis, analitis, dan mencari solusi dalam memecahkan masalah sains. Nantinya, hasil asesmen ini akan menjadi cermin evaluasi proses belajar mengajar IPA, sekaligus peta jalan bagi sekolah untuk memetakan kemampuan murid demi menghadapi kompetisi sains mendatang.
Tri Wahyuningsih, Kepala Urusan Kurikulum SMP Muhammadiyah 1 Gresik, menyatakan bahwa keikutsertaan Spemutu dalam Asesmen Sains 2026 adalah bukti nyata komitmen sekolah dalam mengangkat kualitas pembelajaran berbasis literasi dan numerasi sains. “Asesmen ini bukan cuma mengukur hasil belajar murid, tapi juga memberi gambaran kemampuan mereka bernalar dan menyelesaikan persoalan ilmiah. Data yang kami dapat akan jadi amunisi bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Harapan kami, asesmen ini menjadi pijakan awal lahirnya calon-calon peserta berprestasi di ajang KSNR atau kompetisi sains lainnya,” tuturnya.
Adiba Ayra Rohman, salah satu peserta, mengaku ketagihan dengan bentuk soal yang disajikan. “Soalnya beda dari biasanya karena banyak yang harus dianalisis. Saya jadi makin semangat belajar IPA dan melatih cara berpikir kritis,” ujarnya.
Lain lagi Farel Brilliant Alvaro. Ia merasa asesmen ini memberinya pengalaman baru dalam menaklukkan soal-soal penalaran. “Saya senang bisa ikut asesmen ini karena bisa tahu kemampuan saya di bidang sains. Semoga hasilnya bagus dan jadi modal untuk ikut kompetisi sains di jenjang berikutnya,” ungkap Farel.
Dengan ikut serta dalam Asesmen Sains 2026, SMP Muhammadiyah 1 Gresik mematok harapan tinggi. Mereka ingin meningkatkan literasi sains murid, memetakan kemampuan akademik secara lebih utuh, dan membekali peserta didik untuk KSNR ke-8. Kegiatan ini sekaligus menegaskan janji Spemutu dalam mencetak murid-murid unggul, bernalar tajam, dan siap berlaga di kancah nasional.
