SMAMIO Mantapkan Peran sebagai Sekolah Model PM dan KKA Melalui Pendampingan Berbasis Data

Reporter: Yanita Intan Sariani

Berita Sekolah23 Dilihat

Girimu.Com —  Suasana hangat, penuh semangat, dan kolaboratif mewarnai kegiatan Pendampingan Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA) di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO), Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi seluruh civitas akademika dalam memperkuat komitmen mewujudkan pendidikan yang inovatif, berkualitas, dan berbasis data.

Pendampingan tersebut menghadirkan Priyandono, MPd sebagai pengajar pelatihan, didampingi Pengawas Pembina Margiyanto, SPd. Hadir pula Kepala SMAMIO, Ulyatun Nikmah, MPd, Tim Kurikulum, peserta bimbingan teknis (Bimtek), serta jajaran guru pengajar program Sekolah Model.

​Sejak sesi dibuka, antusiasme peserta nampak begitu tinggi. Diskusi berjalan interaktif mengupas tiga fokus utama: bedah tuntas Rapor Pendidikan, urgensi penetapan SMAMIO sebagai Sekolah Model PM dan KKA, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Para guru aktif mencermati indikator mutu guna mengidentifikasi akar masalah dan merumuskan solusi yang tepat sasaran.

​“Rapor Pendidikan bukan sekadar dokumen evaluasi, melainkan peta jalan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara terukur dan berdampak langsung pada kompetensi siswa,” ungkap Priyandono.

​Pengawas Pembina Margiyanto, SPd, menekankan, keberhasilan sekolah model diukur dari perubahan nyata proses pembelajaran di dalam kelas, bukan sekadar kelengkapan administrasi.

Hal senada diungkapkan Kepala SMAMIO, Ulyatun Nikmah, M.Pd. Ia menegaskan, kepercayaan pemerintah sebagai Sekolah Model PM dan KKA adalah amanah besar untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

​“Rapor Pendidikan kami jadikan landasan utama dalam menyusun setiap program kebijakan. Kami ingin SMAMIO tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga konsisten menjadi rujukan dan praktik baik (best practices) bagi sekolah lain,” ujar Ulyatun penuh optimisme.

​Apresiasi turut disampaikan Priyandono terhadap budaya kolaborasi yang telah tumbuh subur di SMAMIO. Sementara Fitri Andriyani, MPd, salah satu peserta Bimtek, mengaku mendapat wawasan baru.

“Kami kini lebih paham bagaimana membaca data Rapor Pendidikan untuk menyusun program kerja kelas yang aplikatif,” ungkapnya. (*)

Editor