Girimu.Com — Komitmen Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dalam membangun amal usaha Muhammadiyah (AUM) diwujudkan secara nyata. Setelah berhasil menyelesaikan pembangunan Asrama Putri Lantai 1 yang menelan biaya sekitar Rp 870 juta dan telah diresmikan serta diserahterimakan kepada pihak pondok pada 28 Juli 2026, kini Panitia Pembangunan kembali melanjutkan tahapan pembangunan berikutnya, yaitu mempersiapkan pembangunan Asrama Putra.
Pada Kamis (6/8/2026), panitia melaksanakan kegiatan pengurugan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan asrama putra. Lahan berukuran 55 × 60 meter tersebut diurug menggunakan 81 dump truck material urug (pedel), dengan kapasitas setiap dump truck 11–12 meter kubik.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas Muhammadiyah. Material urug diperoleh dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan Islam. PT Polowijo Gosari memberikan bantuan sebanyak 65 delivery order (DO) tambang, sedangkan masyarakat turut berpartisipasi melalui bantuan 16 DO tambang.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari para pemilik armada dump truck yang secara sukarela membantu proses pengangkutan material. Sebanyak 32 armada dump truck dikerahkan, sehingga proses pengurukan dapat berlangsung cepat dan efektif. Armada tersebut berasal dari beberapa pihak, yaitu: Aqila Group (H Muzari), Empat Putra (H Abdi Manan Sekeluarga), Gates (Inamah), Putra Pangkat (Abidin) dan Imam Baidhowi.
Pengurugan berlangsung selama kurang lebih delapan jam, dimulai pukul 07.00–12.00 WIB dan dilanjutkan pukul 13.00–16.00 WIB. Berkat koordinasi yang baik antara panitia, relawan, sopir, dan masyarakat, seluruh proses berjalan lancar sesuai rencana.
Ketua Panitia Pembangunan, H Muzari, menegaskan, bahwa pengurugan lahan ini bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan awal dari tahapan pembangunan yang harus terus dikawal hingga selesai.
“Setelah pengurugan lahan ini, jangan sampai berhenti. Gas pol! Pembangunan harus terus berjalan. Harapan kami, asrama putra dapat segera berdiri sehingga kebutuhan sarana dan prasarana pondok semakin lengkap. Dengan fasilitas yang baik, para santri dapat belajar lebih nyaman, aman, dan betah sehingga proses pembinaan karakter dan pendidikan dapat berlangsung secara optimal,” tegas H Muzari.
Menurutnya, pembangunan asrama putra merupakan kebutuhan yang sangat mendesak seiring meningkatnya jumlah santri setiap tahun. Keberadaan asrama yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi para santri sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Pondok Pesantren.
Keberhasilan pelaksanaan pengurugan lahan ini menunjukkan, bahwa sinergi antara Muhammadiyah, masyarakat, para dermawan, dan dunia usaha mampu menghasilkan karya besar yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga hingga pembangunan asrama putra selesai dan dapat segera digunakan.
Panitia Pembangunan PRM Gosari juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa material, armada angkutan, tenaga, maupun doa. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita bersama menghadirkan pondok pesantren yang lebih representatif sebagai pusat lahirnya generasi Islam yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan berkemajuan.
“Membangun pondok bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun masa depan umat. Setiap bantuan yang diberikan insyaallah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama pondok ini dimanfaatkan untuk pendidikan dan dakwah,” pungkas H Muzari. (*)
