Jejak Tengah Malam Dua Srikandi MIISMO: Perjuangan Mumtazah dan Faiha Menuju Panggung MEA

Reporter: Alfah

Berita Sekolah22 Dilihat

Mumtazah Himmatina Mardhatillah dan Faiha Mujahidah, dua srikandi terbaik MI Islamiyah Mojopetung, tak gentar menyongsong tantangan. Perjalanan menuju ajang Muhammadiyah Education Award (MEA) bidang Ismu fil Arabia bukan sekadar kompetisi, melainkan ujian semangat yang ditempuh sejak tengah malam, dibekali persiapan intensif dan dukungan tanpa henti.

Mereka berdua digembleng secara intensif selama kurang lebih sepuluh hari. Dalam waktu yang relatif singkat, keduanya mendapatkan pendampingan khusus untuk mematangkan kemampuan. Demi latihan yang sungguh-sungguh, disiplin, dan pantang menyerah, mereka bahkan harus rela meninggalkan waktu mengaji di TPA.

Persiapan intensif tersebut bukan hanya pengalaman bagi para peserta, tetapi juga proses pembelajaran berharga. Dukungan para guru turut memompa motivasi agar Mumtazah dan Faiha mampu tampil percaya diri serta memberikan kemampuan terbaiknya di arena kompetisi.

Tantangan nyata tiba saat keberangkatan menuju lokasi kompetisi dilaksanakan pada tengah malam. Meski harus berangkat di waktu yang tak biasa dan menempuh perjalanan, semangat kedua peserta tak surut. Mereka tetap menunjukkan antusiasme dan tekad untuk membawa nama baik MI Islamiyah Mojopetung, bahkan ketika Mumtazah sempat mabuk perjalanan karena masuk angin.

Di balik keberangkatan itu, dukungan besar mengalir dari guru dan orang tua. Orang tua kedua murid sangat antusias, tak hanya mengalirkan doa, semangat, serta dukungan moral kepada putri-putri mereka, tetapi juga curahan materi, waktu, dan tenaga untuk ikut andil dalam pembimbingan. Sementara itu, para guru terus memberikan pendampingan dan motivasi agar peserta tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga mampu memetik pengalaman dan pelajaran berharga dari setiap proses kompetisi.

Bagi Mumtazah dan Faiha, mengikuti kompetisi ini adalah pengalaman membanggakan sekaligus menantang. Keduanya kompak berharap dapat memberikan penampilan terbaik, memperoleh hasil yang membanggakan, serta mendapatkan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal untuk kompetisi-kompetisi berikutnya. “Senang sekali Bu ikut lomba ini, dapat pengalaman banyak dapat ilmu dapat kenalan dengan teman baru, dan jadi tahu kampus UMM, besok besok insyaallah siap ikut lagi,” kata mereka sepakat dengan penuh semangat.

Keikutsertaan dalam ajang MEA juga mendapat apresiasi dan kebanggaan tersendiri dari Kepala MI Islamiyah Mojopetung. Menurut pihak madrasah, keberanian siswa untuk tampil dalam kompetisi merupakan sebuah prestasi tersendiri. Terlebih, proses yang dilalui mulai dari persiapan, latihan, hingga keberangkatan telah mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan keberanian kepada peserta didik.

Alfah, Kepala madrasah, berharap pengalaman Mumtazah dan Faiha dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi MIISMO lainnya untuk terus berani mengembangkan potensi yang dimiliki. “Kami sangat bangga dengan keberanian dan semangat anak-anak untuk mengikuti kompetisi ini. Bagi kami, keberhasilan bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang proses, pengalaman, keberanian untuk tampil, dan kemauan untuk terus belajar. Kami berharap Mumtazah dan Faiha dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik MI Islamiyah Mojopetung,” ungkapnya.

Ke depan, MI Islamiyah Mojopetung berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada peserta didik yang memiliki potensi di berbagai bidang. Madrasah berharap dapat memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Madrasah juga memiliki keinginan untuk membangun program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga persiapan menghadapi kompetisi tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi siswa sejak dini.

Perjalanan Mumtazah Himmatina Mardhatillah dan Faiha Mujahidah dalam ajang MEA menjadi bukti bahwa semangat, dukungan, dan kerja sama antara siswa, guru, dan orang tua mampu melahirkan keberanian untuk melangkah lebih jauh. Apa pun hasil yang diraih, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi keduanya untuk terus berprestasi dan menjadi inspirasi bagi keluarga besar MI Islamiyah Mojopetung.

Editor