Jumat, 14 Agustus 2026, guru dan siswa SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat) tidak hanya turun ke jalan untuk bersih-bersih. Lebih dari itu, mereka mengukir makna baru bagi Hari Kemerdekaan yang sebentar lagi tiba, menjadikan sapu dan sampah sebagai medium “pendidikan karakter”, mencetak “pahlawan” versi mereka sendiri: pahlawan lingkungan dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang dirangkai dalam agenda Hizbul Wathan ini telah mempersiapkan para siswa jauh-jauh hari. Mereka membawa sendiri alat kebersihan dari rumah, dari sapu ijuk, cikrak, hingga sarung tangan dan kantung plastik. Semua siap untuk beraksi.
Tak hanya siswa, barisan guru Spemupat pun ikut serta. Bersama-sama, mereka menyisir jalan-jalan di sekitar sekolah, menyapu dedaunan rontok dan mengumpulkan sampah plastik yang berserakan, mengubah wajah lingkungan sekitar menjadi lebih asri.
Lendra Aditya, Waka Kesiswaan Spemupat, menegaskan bahwa aksi ini lebih dari sekadar bersih-bersih. “Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Salah satu kebiasaannya adalah bermasyarakat,” kata Lendra. Ia berharap, lewat gotong royong dan kerja bakti, siswa akan tumbuh menjadi pribadi peduli lingkungan dan cakap bermasyarakat.
Senada, Kepala Spemupat, Makhbub Zunaidi, menambahkan bahwa kerja bakti ini juga menjadi wujud penghormatan bagi jasa pahlawan, terutama menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Baginya, semangat kepahlawanan tak melulu soal upacara, tapi juga aksi nyata yang bermanfaat.
“Menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kami ingin mengajak siswa untuk terus memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Mereka juga bisa menjadi pahlawan dengan versi mereka sendiri, yaitu dengan melakukan hal-hal sederhana yang bermanfaat bagi orang lain, seperti bergotong royong, menjaga kebersihan, dan peduli terhadap lingkungan,” tutur Makhbub.
Dengan cara sederhana ini, siswa tak cuma belajar arti kebersihan, tapi juga merajut kerja sama, menumbuhkan kepedulian pada sekitar, dan membangun jembatan baik dengan masyarakat.
Kerja bakti ini menjadi bukti nyata komitmen Spemupat membentuk siswa yang tak hanya unggul akademik, tapi juga berkarakter peduli, mandiri, bertanggung jawab, dan siap bermasyarakat. Semangat gotong royong diharapkan terus memekar, menjadi kebiasaan positif sehari-hari, dan menjelma wujud nyata penerus perjuangan pahlawan bangsa.
