Membaca Al-Qur’an bukan lagi sekadar kewajiban di dalam kelas. Di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, interaksi dengan kitab suci itu menjelma ritual harian yang memikat. Program Qur’an Time berhasil mengajak 268 dari 275 murid kelas VII—nyaris seratus persen—menyelami lautan ayat-ayat suci, Jumat 14 Agustus 2026, dalam suasana gembira, bukan sekadar mengejar hafalan.
Kegiatan yang berlangsung nyaris tiga jam, tepatnya pukul 12.45 hingga 15.30 WIB, ini berpusat di lantai 2 Masjid Taqwa Spemdalas. Murid-murid, yang terbagi dalam sembilan kelas, tak sendirian. Masing-masing kelompok didampingi dua ustadz dan ustadzah, membawa Al-Qur’an, mengenakan busana muslim, dan mukena bagi murid perempuan.
Tepat pukul 13.00 WIB, Qur’an Time dimulai dengan murojaah sesuai target hafalan. Selanjutnya, mereka serentak membaca dan menyimak Surat Al-Baqarah Juz 1. Para pendamping tak hanya pasif menyimak. Mereka sigap membimbing murid yang keliru, menciptakan suasana akrab dengan sambung ayat dan tebak surat agar kegiatan tak menjemukan.
Siti Uswatul Jannah, Koordinator Tahfidz, Tarjim, dan Tahsin Spemdalas, menjelaskan, materi utama Qur’an Time meliputi murojaah sesuai target, motivasi, serta baca simak Surat Al-Baqarah. “Target kami murid mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, setor hafalan sesuai target, dan disimak oleh pendamping secara bergantian,” ujar Uswatul. Kuncinya, kata dia, ada pada kreativitas pendamping. “Beberapa upaya dilakukan pendamping agar Qur’an Time menyenangkan, di antaranya dengan sambung ayat dan tebak surat,” imbuhnya.
Bagi para murid, Qur’an Time bukan sekadar beban. Dafi Thariq Maulan Putra Dinas, murid kelas 7 Al Ghazali, mengaku menikmati betul kegiatan itu. “Qur’an Time menyenangkan. Gurunya sabar membimbing mengaji karena selalu menyimak dan membenarkan jika ada yang salah,” tuturnya. Senada, M. Naufal Hanani Fakhruddin dari kelas 7 Al-Battani merasa beruntung. Ia menyebut Ustadz Bagus begitu telaten menyimak bacaan Surat Al-Baqarah Juz 1, ayat 1–141. “Saya senang mengikuti Qur’an Time karena bisa lebih banyak membaca Al-Qur’an,” kata Naufal.
Ain Nurwindasari, Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, menegaskan Qur’an Time merupakan bagian tak terpisahkan dari program ISMUBA tahun pelajaran 2026/2027. Program ini dirancang untuk membiasakan murid agar dekat dan berinteraksi dengan Al-Qur’an secara konsisten. “Siswa diharapkan dapat menambah hafalan, memahami keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta menyadari bahwa membaca Al-Qur’an itu menyenangkan dan menghafalnya merupakan hal yang mudah jika dilakukan dengan istiqamah,” jelas Ain. Ia berharap, kebiasaan positif ini terus berlanjut di luar jam pelajaran, mengikis sekat antara murid dan kitab suci mereka.
