Dahi Berkerut, Senyum Mengembang: Perjuangan Bocah MIISMO Menaklukkan Soal KMSI Gresik

Reporter: Luluk Wahyuni

Berita Sekolah24 Dilihat

Gresik menjadi saksi adu ketangkasan otak belasan bocah Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Mojopetung (MIISMO) Sabtu lalu. Sebanyak 18 siswa-siswi itu berjuang menaklukkan soal-soal Kompetisi Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (KMSI) yang digelar di SD Muhammadiyah GKB 1 Gresik. Dari raut muka penuh harap, ada yang mengernyitkan dahi di hadapan soal sulit, namun tak sedikit yang tersenyum lega karena merasa mampu.

 

Kompetisi ini diikuti peserta dari kelas 1 hingga 6, terbagi dalam tiga level. Tujuh siswa memilih cabang Matematika, enam di Sains, dan lima lainnya unjuk gigi di Bahasa Inggris.

 

Sejak subuh, halaman MIISMO sudah ramai. Udara sejuk tak melunturkan semangat para peserta. Sebelum pukul enam pagi, semua siswa berkumpul bersama guru pendamping, siap berangkat. Tepat pukul 06.15 WIB, rombongan MIISMO meluncur ke lokasi kompetisi.

 

Setibanya di SD Muhammadiyah GKB 1, antusiasme peserta lain tumpah ruah. Ratusan siswa dari berbagai sekolah memadati halaman dan gedung. Para guru pendamping sibuk mengurus registrasi di meja panitia, meski padat, prosesnya berjalan tertib. Setelah itu, para peserta diarahkan ke ruang masing-masing sesuai cabang dan level lomba.

 

Babak penyisihan KMSI terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama pukul 08.00–09.00 WIB untuk Matematika. Dilanjutkan Sains pada 09.30–10.30 WIB, dan ditutup Bahasa Inggris pukul 11.00–12.00 WIB. Sepanjang lomba, para siswa tampak serius, mengerahkan seluruh kemampuan yang telah mereka latih.

 

Usai mengadu nasib dengan deretan soal, beberapa peserta berbagi pengalaman. Muhammad Gibran Adhim, siswa kelas 1 di cabang Matematika, mengaku soalnya menantang. “Soalnya sulit, tapi ada yang mudah,” ujarnya.

 

Berbeda dengan Gibran, Kayla Hadira Al Abrory, siswi kelas 6 yang berlaga di Bahasa Inggris level 3, justru merasa percaya diri. “Soalnya cukup mudah, Bu. Saya bisa mengerjakan tadi,” kata Kayla lugas.

 

KMSI bukan sekadar ajang uji akademik, tapi juga kawah candradimuka bagi siswa. Ini adalah pengalaman berharga untuk belajar berkompetisi, membangun kepercayaan diri, dan berani menghadapi tantangan bersama kawan dari sekolah lain.

 

Kini, seluruh peserta tinggal menanti kabar. Pengumuman peserta yang lolos ke babak final akan disampaikan maksimal dua minggu setelah penyisihan. Keluarga besar MIISMO menaruh harapan besar, semoga kerja keras dan semangat anak-anak membuahkan hasil terbaik, membawa pulang prestasi membanggakan bagi madrasah.

Editor