Bangun Generasi Berkarakter, Polsek Panceng Edukasi Siswa MI Muhammadiyah 5 Banyutengah tentang Bahaya Bullying

Reporter: Shella Mahdiyah Mansur

Berita Sekolah22 Dilihat

Girimu.com — Membangun sekolah yang aman dan nyaman tidak cukup hanya dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Lebih dari itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menanamkan nilai saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi antiperundungan (anti-bullying) yang digelar di MI Muhammadiyah 5 Banyutengah bersama Polsek Panceng, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat berbagai bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta belajar membangun hubungan pertemanan yang sehat. Dengan penuh antusias, para siswa mengikuti penyuluhan yang disampaikan oleh Ahmad Wahyu Afrian dari Polsek Panceng bersama Aceng, yang hadir mewakili Kapolsek Panceng, AKP Khairul Alam.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Polsek Panceng mengajak seluruh siswa untuk tidak melakukan bullying, baik secara verbal, fisik, maupun melalui tindakan yang dapat menyakiti perasaan teman. Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa candaan yang dianggap sederhana oleh seseorang dapat menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi orang lain apabila dilakukan secara berlebihan.

Ahmad Wahyu Afrian menyampaikan, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan bimbingan dan pembinaan sejak dini. Pendidikan karakter menjadi salah satu kunci agar anak-anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita bersama-sama membimbing dan membina anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa agar menjadi lebih baik dan berakhlakul karimah,” tuturnya.

Selain mengingatkan tentang bahaya bullying, Polsek Panceng juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mencegah berbagai perilaku menyimpang dan tindakan yang dapat mengarah pada pelanggaran hukum. Lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi setiap anak untuk belajar, bermain, bertumbuh, dan mengembangkan potensi dirinya.

Pesan tersebut juga ditujukan kepada para guru dan wali murid. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang kondusif membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Sekolah, keluarga, kepolisian, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam memberikan pendampingan kepada anak.

Antusiasme para siswa menjadi salah satu kesan positif dalam kegiatan tersebut. Para siswa MI Muhammadiyah 5 Banyutengah, Panceng, Gresik mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memahami bahwa menjaga perasaan teman, menghargai perbedaan, dan berani berkata tidak terhadap bullying merupakan bagian dari sikap seorang pelajar yang berkarakter.

Pihak Polsek Panceng berharap, pesan-pesan yang disampaikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa mencegah bullying adalah tanggung jawab bersama. Sekolah yang bebas dari perundungan bukan hanya tentang tidak adanya kekerasan, tetapi tentang terciptanya budaya saling menghargai dan saling menjaga.

Melalui sinergi antara MI Muhammadiyah 5 Banyutengah dan Polsek Panceng, diharapkan lahir generasi yang semakin berani berbuat baik, peduli terhadap sesama, menjunjung tinggi persahabatan, serta memiliki akhlakul karimah. Pasalnya, sekolah yang hebat bukan hanya tempat anak-anak menjadi pintar, tetapi juga tempat mereka belajar menjadi manusia yang baik. (*)

 

Editor