Girimu.com — Lapangan SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) Gresik berubah menjadi lautan merah putih pada Jumat (14/8/26). Sebanyak 992 siswa berkumpul untuk mengikuti ceremony pagi edisi spesial Festival Merah Putih menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Berkostum nuansa merah-putih dilengkapi dengan hiasan kepala yang kreatif dan beraneka ragam, para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan ceremony. Dipandu oleh Ustadz Rahmat Arianto, SPd, Nabila Ayu Azalia, dan Sholahudin Arkana Haki dari IPM Kids, acara dibuka dengan membaca doa dan Asmaul Husnah.
Ustadzah Fony Libriastuti, MSi tak lupa menyapa para bunda yang juga ikut hadir menyaksikan ceremony. Ia juga mengajak anak-anak untuk memberikan ucapan terima kasih kepada para bunda yang ikut serta membantu proses kreatif pembuatan hiasan kepala untuk atribut pawai yang sekaligus dilombakan ini.
“Yuk kita sama-sama bilang terima kasih dong ke bunda, terima kasih bunda,” tutur Fony diikuti seluruh siswa.
Suasana makin riuh saat guru tamu dari Malaysia, Teoh Shey Jun juga ikut memberikan sambutan singkat dan memberikan ucapan selamat untuk kemerdekaan Indonesia.
“Happy Independence Day for Indonesia. I hope Indonesia can become a better country. I also hope that you, students, can study better, so you can get success (Selamat Hari Kemerdekaan untuk Indonesia. Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik. Saya juga berharap kalian, para siswa, bisa belajar lebih baik agar bisa meraih kesuksesan),” tuturnya.
Di akhir sambutan singkatnya, mahasiswa Universitas Putra Malaysia ini memberikan doa dalam bahasa Indonesia.
“Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju dan makmur,” ujarnya diiringi tepuk tangan para siswa.
Acara dilanjutkan dengan parade hiasan kepala dari masing-masing perwakilan kelas. Pemandanga menarik itu, mulai dari hiasan kepala bertema garuda, bendera merah putih, tumpeng, hingga lomba panjat pinang menjadi atribut meriah di Festival Merah Putih kali ini. Para siswa kemudian diajak pawai berkeliling lingkungan sekitar sekolah.
Keseruan masih berlanjut di sekolah. Setelah pawai, masih ada perlombaan yang diikuti siswa, yaitu lomba final futsal Pak Haji, memasukkan bola ke lubang karton, dan mengeluarkan bola dari dalam jaring. Lomba final futsal kian seru karena salah satu aturan mengharuskan para pemain sujud syukur tiap berhasil mencetak gol.
Sementara itu, dalam waktu yang sama dilaksanakan pula lomba mengeluarkan bola dari jaring yang melatih fokus dan kekompakan siswa. Tim yang terdiri atas 6 siswi ini harus berjuang mengeluarkan bola yang terdapat di keranjang menggunakan sumpit.
“Ayo, ayo, ayo, fokus keluarkan bolanya,” riuh teriakan pemandu lomba, wali kelas dan para siswa yang mendukung temannya bercampur menjadi satu menambah keseruan jalannya lomba.
Lomba lain yang tak kalah seru yaitu memasukkan bola dari lubang karton yang dimainkan oleh 6 siswa yang masing-masing memegang ujung tali yang telah dikaitkan dengan karton dengan lubang di tengahnya. Dengan bermodalkan koordinasi menggerakkan tali, peserta harus bisa memindahkan dan mengondisikan bola agar bisa jatuh tepat melewati lubang karton yang terdapat di tengah.
Siswa kelas I Bougenville, Achmad Aditya Abraham dan M. Azzam Khoirur Rosyid mengaku senang dengan kostum dan hiasan kepala yang dipakainya.
“Ini (kostum dan topi) dibuatin bunda. Ini bajunya krupuk seblak, topinya (tema) lomba makan krupuk. Aku suka,” ungkap Azzam, panggilannya. (*)
