Guru Tamu Asal Malaysia Terpana: Keriuhan Lomba Kemerdekaan ala Indonesia di Gresik

Reporter: Septemdira Intan Sari Suprobowati.

Berita Sekolah27 Dilihat

Seorang pemuda asing, Teoh Shey Jun, tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. Mata pemuda dua puluh satu tahun asal Malaysia itu berbinar, merekam setiap detail keriuhan lomba di SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School – Mugeb PS) pada Kamis, 13 Agustus. Pengalaman pertamanya merayakan kemerdekaan di Indonesia ini, baginya, adalah tontonan yang jauh berbeda dari tanah airnya.

Jun, sapaan akrabnya, adalah guru tamu yang akan mengajar di Mugeb PS selama sebulan ke depan. Didampingi Septemdira Intan Sari Suprobowati, atau akrab disapa Sari, ia sibuk mengamati satu per satu mata lomba yang diikuti para murid.

Pria dua puluh satu tahun itu bertanya, “What’s this game called? (Apa nama permainan ini?)”

Sari sigap menjelaskan nama-nama permainan yang dilombakan hari itu: Futsal Pak Haji, Tiup Bola di Atas Air, Sedot Kertas, Chair Relay, dan banyak lagi. Jun tampak antusias, sesekali mengabadikan momen-momen seru dengan kameranya.

Mr. Jun turut menjadi juri dalam lomba menyanyi yang dilaksanakan Mugeb PS (Foto: Tim Marketing Mugeb PS)

Ia mengaku perayaan kemerdekaan di Indonesia menarik perhatiannya. “Ini menarik dan baru untukku, karena kami tidak memiliki perayaan semacam ini untuk merayakan kemerdekaan di Malaysia,” ujar Jun lugas.

Menurut mahasiswa jurusan Biologi itu, sekolah di Malaysia biasanya merayakan hari kemerdekaan dengan upacara bendera. Sementara lomba-lomba permainan lazimnya diadakan saat Hari Olahraga atau Sports Day.

“Kami biasanya merayakan kemerdekaan dengan mengadakan upacara bendera, bukan dengan mengadakan perlombaan. Untuk lomba permainan, kami biasa melakukannya pada hari olahraga,” ungkap Jun.

Keesokan harinya, Jumat 14 Agustus, Jun tak ketinggalan berpartisipasi dalam pawai atau karnaval Mugeb PS. Ia kembali terpukau oleh beragam kostum unik para murid: mulai dari topi caping berhias kerupuk, tumpeng nasi kuning, hingga sayap burung garuda.

Sebelum pawai dimulai, setelah Fony Libriastuti, kepala Mugeb PS menyampaikan sambutan, Jun mengucapkan selamat hari kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Ia juga menitipkan pesan untuk para murid.

“Aku berharap kalian bisa belajar lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga kalian bisa sukses di masa depan,” pesan Jun.

Setelah itu, Jun bersama Fony pun memberangkatkan seluruh “penduduk” Mugeb PS, memulai karnaval yang akan berkeliling di sekitar sekolah.

Pengalaman merayakan hari kemerdekaan Indonesia ini menjadi kenangan bermakna bagi Jun. Meski berbeda dengan tradisi di negaranya, kesempatan ini memperluas wawasannya tentang Indonesia, terutama nilai-nilai positif yang dianut bangsa ini.

Editor