Lomba Kreasi Plating “The Beauty of Cassava”, Wali Murid Berlian Primary School Sulap Singkong Jadi Sajian Penuh Kreativitas

Reporter: Waviq Amiqoh

Berita Sekolah12 Dilihat

Girimu.com — Beragam kreasi berbahan dasar singkong menghiasi Aula Berlian Primary School, Kamis (13/8/2026). SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) bersama Ikatan Wali Murid (Ikwam) menyelenggarakan Lomba Kreasi Plating “The Beauty of Cassava” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lomba memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para wali murid untuk menunjukkan kreativitas melalui sajian berbahan dasar singkong yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lezat, bergizi, dan memiliki konsep penyajian yang unik.

Ketua Ikwam Berlian Primary School, Rahmi Maulidiyah, S.Sy., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antara wali murid dan sekolah.

“Lomba ini dalam rangka memeriahkan kegiatan lomba 17 Agustus Berlian Primary School. Kami mengajak para wali murid untuk berkreasi menghadirkan sajian berbahan dasar singkong yang menarik, lezat, bergizi, dan kreatif,” ujarnya.

Singkong Diolah Menjadi Beragam Kreasi

Lomba diikuti oleh wali murid perwakilan setiap kelas. Setiap kelas mengirimkan satu tim yang terdiri atas dua orang wali murid sehingga kompetisi berlangsung antarkelas.

Peserta diberikan kebebasan untuk mengembangkan hidangan dengan konsep tradisional, modern, maupun perpaduan keduanya. Hidangan dapat berupa makanan utama maupun makanan ringan, dengan ketentuan singkong menjadi bahan utama.

Seluruh proses memasak dan pengolahan dilakukan sebelum hari pelaksanaan dan di luar lingkungan sekolah. Saat lomba berlangsung, peserta membawa hidangan dalam kondisi siap disajikan untuk kemudian melakukan final plating, penataan display, dekorasi meja, dan presentasi di lokasi lomba.

Setiap tim menyiapkan dua porsi hidangan. Satu porsi digunakan untuk penilaian tampilan, kreativitas, rasa, serta konsep penyajian, sedangkan satu porsi kecil digunakan khusus untuk penilaian rasa oleh dewan juri.

Tidak hanya memperhatikan hidangan, peserta juga ditantang menciptakan tampilan meja yang menarik. Setiap tim memperoleh dua meja dan dua kursi serta diperbolehkan membawa perlengkapan plating dan dekorasi sendiri.

Dekorasi dapat berupa taplak meja, properti, bunga, tulisan, maupun elemen pendukung lainnya yang sesuai dengan konsep hidangan. Meskipun tidak menjadi aspek penilaian tersendiri, dekorasi dapat memperkuat nilai plating dan kreativitas.

Peserta juga diwajibkan menggunakan media plating yang ramah lingkungan.

Sajian Dilengkapi Informasi Gizi

Menariknya, lomba tidak hanya menekankan aspek estetika dan rasa. Setiap tim juga diwajibkan membawa satu rangkap print out yang berisi nama dan konsep hidangan, daftar bahan beserta takarannya, informasi nilai gizi, serta cara pengolahan.

Informasi nilai gizi minimal yang dicantumkan meliputi kalori atau energi, karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Peserta juga perlu menjelaskan secara singkat proses pengolahan hidangan, termasuk pengolahan singkong sebagai bahan utama.

Ketentuan tersebut menjadikan lomba tidak sekadar kompetisi menghias makanan, tetapi juga mendorong wali murid untuk memperhatikan aspek gizi, kreativitas, kebersihan, dan keamanan pangan.

Kreativitas, Rasa, dan Efisiensi Biaya

Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama. Plating dan kreativitas memiliki bobot 35 persen yang mencakup keindahan, kerapian, komposisi, kreativitas, serta kesesuaian dengan tema.

Aspek rasa dan tekstur memiliki bobot 35 persen, meliputi kelezatan, keseimbangan rasa, tekstur, aroma, dan kualitas hidangan.

Sementara itu, biaya memiliki bobot 30 persen. Dalam kategori ini, semakin kecil biaya yang digunakan untuk menghasilkan hidangan, semakin tinggi nilai yang diperoleh.

Dengan komposisi tersebut, peserta ditantang menghasilkan sajian yang tidak hanya cantik dan lezat, tetapi juga kreatif serta ekonomis.

Rangkaian lomba dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi dan persiapan tim. Selanjutnya, peserta melakukan final plating, display, dan dekorasi pada pukul 08.15–08.45 WIB. Proses penilaian oleh dewan juri berlangsung mulai pukul 08.45 hingga 10.00 WIB.

Seluruh peserta mengenakan dress code merah putih sebagai bagian dari semarak peringatan kemerdekaan.

Melalui Lomba Kreasi Plating “The Beauty of Cassava”, Berlian Primary School dan Ikwam tidak hanya menghadirkan kompetisi kuliner, tetapi juga mengangkat singkong sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi sajian bernilai estetika, gizi, dan ekonomi.

Semangat kegiatan tersebut terangkum dalam tagline:

THE BEAUTY OF CASSAVA
From Local Roots to Beautiful Creations

“Mari hadirkan kreativitas terbaik melalui sajian singkong yang cantik, lezat, bergizi, dan penuh cerita.”

Editor