Girimu.com — Semangat kemerdekaan terasa begitu kental sejak pagi. Di halaman belakang KB-TK Aisyiyah Sembunganyar, Kecamatan Dukun, Gresik, puluhan anak usia dini berdiri tegak, mengepalkan tangan saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan dalam 1upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Selasa (18/8/2026).
Upacara dimulai tepat pukul 07.15 WIB. Dengan mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, kegiatan ini diikuti seluruh siswa KB Aisyiyah 20 dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 30 Sembunganyar, para guru, serta wali murid. Lapangan yang biasanya riuh suara tawa anak bermain, pagi itu berubah menjadi lapangan upacara yang dihiasi umbul-umbul nuansa merah putih.
Yang membuat upacara tahun ini berbeda adalah keterlibatan penuh para wali murid. Di bawah koordinasi IWAMA KB-TK Aisyiyah Sembunganyar, para mama dipercaya menjadi petugas inti. Mama Alman dari kelas A1 bertindak sebagai Komandan Upacara. Sementara itu, pembacaan teks Pancasila dibawakan Mama Rayyan kelas B1, dan teks Proklamasi dibacakan dengan lantang oleh Mama Nauzan kelas A2.
“Ini pertama kalinya saya jadi Komandan Upacara. Ada rasa bangga sekali bisa memberikan contoh untuk anak-anak,” ujar Mama Alman usai upacara.
Peran wali murid lainnya juga tak kalah penting. Ada Mama Reyhan sebagai Protokol, Mama Rafly sebagai Dirigen, Mama Ringga, Mama Kahiyang, dan Mama Reisha sebagai Pembina Peleton, hingga Mama Raya yang bertugas mendokumentasikan momen bersejarah ini.
Barisan peserta nampak rapi dengan dresscode mama yang telah ditentukan: jilbab merah dipadu baju atau gamis putih. Anak-anak laki-laki mengenakan batik hijau dan batik kuning serta peci, sementara anak perempuan mengenakan jilbab kuning dan seragam batik. Kekompakan itu menambah semarak suasana di bawah langit biru di kawasan Dukun.
Rangkaian upacara berjalan khidmat. Dimulai dari laporan komandan, pengibaran bendera, mengheningkan cipta, hingga amanat Pembina Upacara yang disampaikan oleh bu guru. Dalam amanatnya, Pembina Upacara mengajak anak-anak meneladani semangat para pahlawan dengan cara sederhana: rajin belajar, saling tolong, dan menjaga persatuan di sekolah.
Usai penghormatan terakhir kepada Sang Saka Merah Putih, suasana langsung berubah meriah. Panitia melanjutkan dengan acara spesial: pembagian hadiah lomba Agustusan. Tawa dan sorak gembira pun pecah saat nama-nama pemenang lomba memindahkan koin dan gelas, membalik gelas, dan lomba memindahkan kardus oleh mama wali murid. Hadiah istimewa yang diberikan menjadi simbol apresiasi atas sportivitas dan kerja sama anak-anak dan mama wali murid semua.
Kepala KB-TK Aisyiyah Sembunganyar, Sulimah, SPd, menyampaikan, tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
“Kami ingin anak-anak paham, bahwa kemerdekaan itu bukan hanya cerita di buku. Mereka harus merasakan, menghargai, dan meneruskannya lewat sikap disiplin dan kebersamaan,rajin belajar sejak dini,” jelasnya.
Antusiasme orang tua juga menjadi bukti, bahwa pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara sekolah dan IWAMA terlihat nyata. Para wali murid tidak hanya mengantar, tetapi juga turun langsung menjadi bagian dari perayaan, dari petugas hingga pendukung.
Upacara ditutup dengan sesi foto bersama di halaman belakang gedung KB-TK Aisyiyah Sembunganyar. Di tengah kibaran bendera Merah Putih, terlihat jelas harapan besar: dari halaman PAUD inilah tunas-tunas bangsa disiapkan. Dengan semangat “Bersatu Berdaulat”, mereka belajar bahwa Indonesia maju dimulai dari hal kecil, dari saling menghormati, dan dari cinta pada negeri. (*)
