Asrama Putri At-Taqwa Muhammadiyah Gosari: Wujud Impian Santriwati, Berdiri dari Gotong Royong

Reporter: Agus Muhammad Hasbi

Berita Sekolah10 Dilihat

Sebuah babak baru resmi dibuka di Pondok Pesantren At-Taqwa Muhammadiyah Gosari. Pada Selasa, 28 Juli 2026, suasana khidmat menyelimuti acara tasyakuran dan serah terima asrama putri yang kini berdiri kokoh, siap menjadi rumah kedua sekaligus wadah tumbuh kembang bagi para santriwati menuntut ilmu.

Peresmian gedung anyar ini disaksikan sejumlah tokoh penting persyarikatan. Mereka yang hadir antara lain sesepuh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gosari, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PDM Gresik, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ujungpangkah, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) PRM Gosari. Para partisipan dan tamu undangan turut memenuhi area pesantren, menambah hangat suasana.

Momen inti acara ditandai dengan penyerahan simbolis bangunan asrama. Muzari, Ketua Pembangunan Asrama Putri, secara resmi menyerahkan operasional gedung kepada Pimpinan Pesantren At-Taqwa Muhammadiyah Gosari, Agus M. Hasbi. Dalam sambutannya, Muzari berpesan agar fasilitas baru ini dimanfaatkan seratus persen untuk kepentingan para santri.

“Kami serahkan sepenuhnya bangunan asrama putri ini kepada Pimpinan Pesantren agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya serta dijaga dan dirawat dengan baik,” ujar Muzari. Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dermawan dan donatur yang telah menyisihkan hartanya hingga pembangunan asrama putri ini selesai berdiri kokoh.

Dewan Penasehat PRM Gosari, Didik Pribadi Arifin, turut menyampaikan sambutan. Ia menekankan pentingnya kualitas lingkungan belajar bagi para santriwati. Harapannya, gedung asrama baru ini bukan sekadar fisik bangunan, melainkan wadah yang kondusif untuk menumbuhkan generasi muda Islam.

“Semoga asrama yang sudah berdiri ini bisa memberikan tempat yang nyaman, aman, serta menjadi ruang belajar yang kondusif untuk seluruh santriwati dalam menuntut ilmu,” tutur Didik Pribadi Arifin.

Rangkaian tasyakuran diakhiri dengan pembacaan doa bersama, memohon keberkahan agar pesantren semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. Selepas doa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan dalam suasana kekeluargaan yang erat.

Editor