Api Unggun dan Kode Rahasia: 205 Siswa Muwri Gembleng Karakter di Perkemahan Akhir Pekan

Kontributor: Rahmat Syayid Syuhur

Berita Sekolah36 Dilihat

Lebih dari dua ratus siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik berpacu semangat di halaman sekolah. Mereka, 205 bocah dari kelas IV hingga VI, Jumat pagi itu (7/8/2026), memulai sebuah petualangan bertajuk Perkemahan Akhir Pekan atau Kemahiran. Bukan sekadar rekreasi, agenda ini digagas untuk menggembleng karakter menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta tangkas bekerja sama.

Pembukaan Kemahiran dipimpin langsung oleh Kepala SD Muwri, Miftakhul Muzdzalifah. Di hadapan barisan peserta berseragam Hizbul Wathan lengkap, ia berpesan agar seluruh siswa mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh. “Ikutilah semua kegiatan dengan sungguh-sungguh. Dengarkan arahan para pembina dan jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berlatih, serta mengembangkan karakter yang baik,” ujarnya, memicu semangat ratusan calon pandu. Acara pembukaan ditutup dengan Gerakan Tepuk Hizbul Wathan, menggaungkan keceriaan di antara para peserta.

Usai upacara, para peserta langsung menyelami berbagai materi kepanduan. Mereka belajar sandi morse dan semaphore, menguasai kode komunikasi rahasia yang melatih ketelitian dan konsentrasi. Tak ketinggalan, sesi tali-temali mengajarkan aneka simpul dan ikatan, bekal penting untuk beraktivitas di alam terbuka. Para pembina mendampingi langsung, memastikan setiap siswa dapat mempraktikkan keterampilan dasar ini dengan baik.

Malam harinya, suasana berubah semarak dengan pentas seni. Setiap regu berkesempatan unjuk gigi, menampilkan drama, tari, menyanyi, hingga yel-yel kreatif di hadapan kawan dan pembina. Momen penyalaan api unggun menjadi puncak kebersamaan, tempat kekompakan dan percaya diri diasah. Di sinilah siswa diajak berani tampil, menghargai kreasi teman, dan merajut persaudaraan.

Setelah riuhnya pentas, keheningan menyelimuti renungan malam. Sesi ini menjadi ajang refleksi diri, merenungkan sikap dan perilaku. Para pembina memandu siswa menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT, meningkatkan tanggung jawab pribadi maupun orang lain, dan menanamkan kepedulian terhadap sesama. Renungan ini krusial dalam membentuk makna kebersamaan, saling membantu, dan menjaga persaudaraan.

Sebagai penutup rangkaian hari, qiyamul lail digelar. Ini bukan hanya pembiasaan ibadah, melainkan upaya membangun kedekatan spiritual dengan Allah SWT dan membiasakan diri salat malam berjamaah. Harapannya, kegiatan ini menancapkan karakter religius, disiplin, serta nilai-nilai keimanan yang kokoh.

Seluruh agenda Kemahiran SD Muwri dirancang sebagai laboratorium karakter, menyeimbangkan kecakapan, kreativitas, kepemimpinan, kebersamaan, dan spiritualitas. Pengalaman berharga ini diharapkan membekali siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat.

Editor