97 Siswa SMAM 8 Gresik Ikuti Pesantren Kilat Ramadan

Reporter: Liset Ayuni

Kabar2 Dilihat
banner 468x60

girimu.com – Suasana aula SMA Muhammadiyah 8 Gresik terasa berbeda pada Senin pagi di tengah bulan suci Ramadan. Puluhan siswa duduk rapi dengan wajah penuh harap, memulai sebuah perjalanan pembinaan spiritual melalui kegiatan Pesantren Kilat 1447 Hijriah yang digelar selama tiga hari, 9–11 Maret 2026.

Sebanyak 97 siswa kelas X mengikuti kegiatan tersebut yang dikemas dengan berbagai pembinaan keagamaan. Para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok dengan mengusung tema “Perkuat Iman, Bangun Karakter Pelajar yang Beradab.”

Sejak pembukaan acara, nuansa religius begitu terasa. Fahri Zaidan Maulana dan Naflah Shoofiya Aatiqah memandu jalannya kegiatan dengan khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Akhtar Satria Widodo menambah ketenangan suasana, sementara Balqist memimpin lagu Indonesia Raya sebagai dirigen.

Ketua panitia Pesantren Kilat, Mely Tri Octavina, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan siswa.

“Melalui pesantren kilat ini, kami berharap pemahaman religiusitas semakin mendalam, rasa tanggung jawab tumbuh, dan ukhuwah di antara siswa semakin kuat, sehingga tercermin dalam perilaku yang baik di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, Lukman Arif, mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, pesantren kilat merupakan kesempatan berharga untuk memperbaiki diri, terlebih di bulan Ramadan yang penuh ampunan.

“Selama tiga hari ke depan kalian akan mendapatkan pembinaan yang luar biasa. Maka ikutilah dengan serius, dengan ikhlas, dan dengan hati yang bahagia agar ilmu yang disampaikan mudah masuk dan menancap di hati,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian acara, tetapi dari perubahan sikap para siswa setelah kembali menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam hal keimanan, kedisiplinan, maupun tanggung jawab.

“Tanamkan dalam hati, Bismillah kita berubah!” tegasnya sebelum secara resmi membuka Pesantren Kilat 1447 Hijriah dengan bacaan basmalah.

Prosesi pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyematan kartu identitas peserta sebagai simbol dimulainya kegiatan. Penyematan diwakili oleh Labib Azzafir dan Niken Almira Wibowo yang dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA.

Rangkaian acara pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abdul Arkham, memohon agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi para peserta.

Meski hanya berlangsung tiga hari, kegiatan pesantren kilat ini diharapkan mampu menanamkan nilai iman, adab, serta tanggung jawab pada diri para siswa. Dari ruang-ruang pembelajaran sederhana inilah, perubahan karakter generasi muda diharapkan tumbuh perlahan namun bermakna.

Editor