GIRIMU.COM — SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri), Gresik menggelar kegiatan Darul Arqam atau Pondok Ramadan selama tiga hari di sekolah, pada Senin- Rabu (9-11/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadan.
Darul Arqam merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh sekolah setiap tahun dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT. Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk menanamkan nilai-nilai ibadah sejak dini kepada para siswa, sehingga mereka tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan suasana yang penuh kebersamaan dan semangat belajar. Para siswa mengikuti berbagai materi ke-Islaman yang disampaikan oleh para guru dan pembimbing dan beberapa santri Pesantren Da’wah Romadhan (PDR) dari Ponpes Elkisi. Materi yang diberikan berkaitan dengan dasar-dasar ibadah keseharian yang sangat penting diketahui oleh setiap Muslim, termasuk para siswa SD Wuwri.
Kepala SD Wuwri, Kholiq Idris, menyampaikan, kegiatan Darul Arqam bertujuan membentuk karakter religius siswa, serta membiasakan mereka menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memahami makna ibadah sekaligus mempraktikkannya secara langsung. Darul Arqam diikuti oleh kurang lebih 380 siswa.
“Darul Arqam ini menjadi sarana pembinaan spiritual bagi siswa, terutama di bulan Ramadan. Kami ingin menanamkan pemahaman ibadah sejak dini agar mereka terbiasa melaksanakan ibadah dengan baik dan benar,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan dengan ibadah sehari-hari. Materi pertama tentang sejarah Darul Arqam. Para siswa dikenalkan dengan sejarah rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam yang pada masa awal dakwah Islam dijadikan tempat pembinaan dan pendidikan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat. Dari sinilah istilah Darul Arqam kemudian digunakan dalam kegiatan pembinaan keislaman di lingkungan Muhammadiyah.
Selain itu, siswa juga mendapatkan materi tentang thaharah atau bersuci, yang merupakan syarat sah dalam melaksanakan ibadah salat. Pada sesi ini para siswa diajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan, serta tata cara bersuci yang benar, baik secara teori maupun praktik. Materi selanjutnya adalah tentang tata cara wudu. Para siswa diajarkan urutan wudu yang benar sesuai tuntunan syariat. Setelah penyampaian teori, para siswa juga langsung mempraktikkannya dengan bimbingan para guru agar mereka benar-benar memahami setiap langkahnya.
Tidak hanya itu, para siswa juga dikenalkan dengan tata cara tayamum. Materi ini diberikan agar siswa mengetahui alternatif bersuci ketika tidak tersedia air atau dalam kondisi tertentu. Dengan adanya praktik langsung, para siswa dapat memahami dengan jelas bagaimana cara melakukan tayamum dengan benar.
Materi lain yang tidak kalah pentingnya adalah tentang ibadah puasa. Para siswa dijelaskan mengenai pengertian puasa, syarat wajib puasa, rukun puasa, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Dengan pemahaman ini diharapkan para siswa dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan materi mengenai salat Tarawih yang merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Dalam sesi ini dijelaskan tentang keutamaan salat Tarawih, serta tata cara pelaksanaannya.
Kegiatan Darul Arqam juga memberikan materi tentang zakat, khususnya zakat fitrah yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Para siswa diajarkan tentang pengertian zakat, tujuan zakat, serta siapa saja yang berhak menerima zakat.
Sebagai penutup materi, para siswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai kaifiyah atau tata cara pelaksanaan salat Idulfitri. Materi ini sangat penting agar para siswa memahami tata cara pelaksanaan salat Id secara benar, mulai dari niat, jumlah takbir, hingga tata cara khutbah setelah salat.
Menariknya, setiap materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori semata, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung. Hal ini bertujuan agar para siswa lebih mudah memahami serta mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa nampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka aktif bertanya kepada para guru ketika ada materi yang belum dipahami. Suasana pembelajaran pun berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan.
Dihari terakhir Darul Arqam hari ke-3, Rabu ( 11/3/2026 ) panitia mendatangkan pendongeng nasional, Kak Erin dan boneka Cici untuk menghibur peserta, serta guru dan karyawan dengan menyampaikan pesan-pesan Islam lewat cerita dongengnya. Terlihat para siswa sangat antusias melihat dan mendengarkan dongeng dari Kak Arin dan boneka Cici.
Melalui kegiatan Darul Arqam ini, diharapkan para siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom dapat semakin meningkatkan kualitas ibadahnya, terutama di bulan suci Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai ke-Islaman serta membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan taat dalam menjalankan ajaran agama Islam. (*)







